Euro 2012: Prancis sebenarnya ogah ketemu Spanyol

5

Euro 2012: Prancis sebenarnya ogah ketemu Spanyol. Dengan reputasi seperti yang dimiliki Spanyol saat ini, tim Prancis sebenarnya agak ogah untuk bertemu mereka, sekarang. Tentu saja mereka bermimpi ketemu Spanyol, tapi di laga final, bukan di perempatfinal Euro 2012. Sikap Prancis itu disampaikan striker senior Karim Benzema. Hanya bisa menduduki posisi runner up Grup D […]

Euro 2012: Prancis sebenarnya ogah ketemu Spanyol.

Euro 2012: Prancis sebenarnya ogah ketemu Spanyol - berita Internasional Liga Europa Liga Spanyol

Dengan reputasi seperti yang dimiliki Spanyol saat ini, tim Prancis sebenarnya agak ogah untuk bertemu mereka, sekarang. Tentu saja mereka bermimpi ketemu Spanyol, tapi di laga final, bukan di perempatfinal Euro 2012.

Sikap Prancis itu disampaikan striker senior Karim Benzema.

Hanya bisa menduduki posisi runner up Grup D di bawah Inggris dinilai Benzema sebagai sebuah ‘malapetaka.’ Karena dengan hasil itu Prancis terpaksa menemui Spanyol terlalu dini, bukan Italia seperti yang mereka skenariokan semula.

“Itu sebuah malapetaka untuk Prancis dan juga untuk saya secara personal.”

“Saya ingin melawan Spanyol tapi bukan di tahap ini. Saya bermimpi melawan Spanyol nanti di final, bukan saat ini.”

“Kami sama sekali tidak mengharapkan berlaga di pertandingan terakhir grup dan bermain begitu buruknya (saat melawan Swedia). Akibatnya adalah, kami harus berhadapan dengan pihak yang paling berbahaya di kejuaraan ini.”

“Semoga kekalahan (melawan Swedia) ini berfungsi sebagai alarm yang membangunkan kita semua, menghadapi kenyataan bahwa kami mungkin saja pulang lebih awal jika tidak bermain lebih baik. Jika kami bermain seperti saat melawan Swedia, kami mungkin sudah harus mengepak koper-koper kami sekarang.”

“Setelah bermain menjanjikan saat melawan Inggris dan Ukraina, kami membiarkan diri kami bermain jelek. Tim Spanyol sih belum bermain baik, namun saya bisa saja menjilat ludah saya sendiri karena biasanya tim akan bermain semakin baik dan semakin kuat seturut makin sulitnya sebuah turnamen.”