Belanda Gagal Manfaatkan Ruang Kosong Yang Diciptakan Islandia

8

Dalam pandangan pelatih Guus Hiddink, tim asuhannya gagal memanfaatkan ruang kosong yang diciptakan sendiri oleh Islandia. Tiga atau empat pemain sekaligus mengurung Arjen Robben sehingga seharusnya meninggalkan ruang kosong yang cukup untuk melakukan terobosan, tapi hal itu tidak dilakukan anak-anak Belanda. Hiddink, yang memenangi Piala FA pada tahun 2009 bersama Chelsea, kini memiliki awal kualifikasi yang benar-benar […]

Piala Eropa  - Belanda Gagal Manfaatkan Ruang Kosong Yang Diciptakan Islandia

Dalam pandangan pelatih Guus Hiddink, tim asuhannya gagal memanfaatkan ruang kosong yang diciptakan sendiri oleh Islandia.

Tiga atau empat pemain sekaligus mengurung Arjen Robben sehingga seharusnya meninggalkan ruang kosong yang cukup untuk melakukan terobosan, tapi hal itu tidak dilakukan anak-anak Belanda.

Hiddink, yang memenangi Piala FA pada tahun 2009 bersama Chelsea, kini memiliki awal kualifikasi yang benar-benar menyedihkan sebagai pelatih kepala nasional Belanda, dan dengan kekalahan 2-0 vs tim Islandia yang kurang difavoritkan menyebabkan  kredibilitasnya makin diragukan.

Belanda kini di posisi tiga klasemen sementara Group A dengan nilai 3, hasil satu kali menang dan dua kali kalah. Di posisi 1-2 duduk Islandia dan Ceko, masing-masing dengan nilai 9.

Piala Eropa  - Belanda Gagal Manfaatkan Ruang Kosong Yang Diciptakan Islandia

Setelah pertandingan, manajer Belanda itu bercanda, ”Saya deh jadi kambing hitam,” menanggapi kritik yang bertubi-tubi diarahkan kepadanya.

”Kami harus melihat keadaan di tim sepakbola Belanda,” kata Hiddink. ”Saya akan melakukan analisa secara tenang.”

”Tiga atau empat pemain Islandia sibuk dengan Arjen Robben, tapi kami tidak bisa mengambil keuntungan (dari itu). Kami tidak pindah ke sisi lain. Tim kami tidak cukup cepat untuk meloloskan pemain yang berdiri bebas.”

”Saya tidak marah, tapi sungguh kecewa.”

Sementara itu Robin van Persie membela sang pelatih.

”Saya pikir itu tidak adil untuk Guus Hiddink,” kata Van Persie.

”Guus adalah pelatih yang fantastis dan kami bekerja bersama-sama untuk menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.”

Striker Manchester United itu mengulangi pernyataan manajernya, mengatakan, ”Iceland menunggu kami berbuat salah dan kami membiarkan mereka mengendalikan permainan. Kami ceroboh dan tidak cukup kuat. Tidak ada alasan!”

Piala Eropa  - Belanda Gagal Manfaatkan Ruang Kosong Yang Diciptakan Islandia

”Hari ini sungguh menyakitkan dan menyedihkan.”

Gol kedua Islandia, bagaimanapun, mendapat perhatian khusus dari Van Persie yang jelas frustrasi dengan bagaimana rekan satu timnya melakukan pertahanan.

”Kami telah berbicara banyak tentang sepak pojok dan tendangan bebas,” jelas pemain United bernomor 20 itu ”Kemudian yang kedua malah masuk. Ini harus diperbaiki.”

”Pada akhirnya kami hanya memainkan bola-bola panjang dan itu tidak berhasil. Kami sama sekali tidak berbahaya.”

Belanda, setelah penampilan Piala Dunia yang kuat, dijagokan menjadi salah satu favorit untuk memenangkan Kejuaraan Eropa pada 2016 tetapi sejak pulang dari Brasil gagal total untuk hidup sesuai harapan para penggemar.

Banyak pemain kunci di skuad Belanda, seperti Robin van Persie, Wesley Sneijder dan Arjen Robben, secara realistis akan menjajal kesempatan terakhir, atau kedua terakhir, guna memenangkan turnamen internasional besar.

Sekarang mereka malah harus berjuang menipiskan selisih enam poin pada kedua pemimpin group, Islandia dan Ceko, bahkan untuk sekedar memastikan mereka hadir di Perancis ketika kompetisi dimulai musim panas 2016.