Final Euro 2016 : Dimitri Payet Sang Jagal Ronaldo Angkat Bicara

29

Sebuah pengakuan keluar dari bibir Dimitri Payet yang membuat Cristiano Ronaldo tidak dapat melanjutkan laga final Euro, Senin (11/7).

Sebuah pengakuan keluar dari bibir Dimitri Payet usai membuat Cristiano Ronaldo tidak dapat melanjutkan laga final Piala Eropa Euro 2016, Senin (11/7).

Pada pertandingan final turnamen Euro 2016, Portugal akhirnya bisa keluar sebagai jawara usai mengalahkan tuan rumah Perancis.

Keberhasilan Portugal tersebut tidak lepas dari Eder, striker yang dimasukan oleh Fernando Santos setelah Cristiano Ronaldo cedera dan digantikan Ricardo Quaresma.

Bintang Real Madrid tersebut tidak bisa melanjutkan laga usai mendapatkan tackle dari Payet. Ia beberapa kali mencoba masuk kembali ke lapangan dua kali untuk terus bermain, namun akhirnya harus dibopong tim medis sambil berurai air mata di menit 25.

Tidak lama kemudian, ibunda Cristiano Ronaldo mengunggah foto anaknya sambil menangis di lapangan karena tidak melanjutkan pertandingan di akun jejaring sosial Twitter miliknya @DoloresAveiro.

“Saya tidak bisa melihat anak saya seperti itu. Sepak bola adalah soal menendang bola, bukan menendang pemain lawan, ” tulisnya.

Namun menurut pemain West Ham United, dirinya tidak sengaja melakukan pelanggaran tersebut.

“Tidak, itu hanya sebuah usaha. Itu saja. Titik. Saya mendapatkan kembali bola dan jika saya membuat dia cedera itu tidak sengaja.”

“Bukan gaya saya untuk menjadi pemain yang jahat di lapangan. Tidak ada perlu dipertanyakan soal itu.”

Di pertandingan final tersebut, Payet akhirnya digantikan oleh winger Bayern Munich Kingsley Coman dan mengaku kecewa gagal memanfaatkan kesempatan emas yang sudah ada di depan mata.

“Kami kecewa. Kami percaya kami adalah tim yang menguasai jalannya pertandingan dan memiliki kesempatan lebih banyak. Tapi kami kami tidak bisa mencetak gol yang bisa melancarkan situasi tersebut. Di sedikit kesempatan, Portugal bisa mencetak gol.”

“Sebuah gol menentukan segalanya. Sebuah gol yang tidak bisa kami buat. Portugal lebih efisien.”

“Saya rasa jika kami bisa membuat gol kami akan memaksa Portugal bermain menyerang dan kami hanya melakukan serangan balik. Pada akhirnya gol (Eder) tersebut sangat kejam.”

“Kami tidak bisa mencetak gol karena banyak alasan. Perancis pun tidak bisa mencetak dua gol kala meladeni Jerman ketika lawan menguasai pernguasaan bola. Ini hampir mirip, cuma berkebalikan.”