Lolos Semi Final Euro 2016, Coleman Minta Wales Tetap Membumi

33

Skuad Chris Coleman mungkin tengah sibuk menulis bab baru dalam sejarah sepakbola bangsa mereka, tapi dia mengatakan bahwa penting untuk mengingat masa lalu. Sebagai tim underdog, Wales tampil mengejutkan di kejuaraan Eropa tahun ini dengan sukses menembus semifinal Euro 2016 setelah menyingkirkan tim favorit Belgia di babak perempat final. Mereka juga berhasil menduduki puncak grup […]

Skuad Chris Coleman mungkin tengah sibuk menulis bab baru dalam sejarah sepakbola bangsa mereka, tapi dia mengatakan bahwa penting untuk mengingat masa lalu.

Piala Eropa  - Lolos Semi Final Euro 2016, Coleman Minta Wales Tetap Membumi

Sebagai tim underdog, Wales tampil mengejutkan di kejuaraan Eropa tahun ini dengan sukses menembus semifinal Euro 2016 setelah menyingkirkan tim favorit Belgia di babak perempat final.

Mereka juga berhasil menduduki puncak grup mereka, yang bermaterikan Inggris, Slovakia, dan Rusia, sebelum mengalahkan Irlandia Utara di babak 16 besar.

Namun, kemenangan terbaru mereka, menang 3-1 di perempat final atas Belgia, adalah terbesar dan bersejarah bagi mereka, yang sukses menembus semifinal pertama mereka dan akan melawan Portugal.

“Kami tidak pernah bisa melupakan dari mana kami berasal dan bagaimana kami bisa berada di sini, dan apa visi kam. Dan kami harus tetap mengingat siapa kami di masa lalu,” kata Coleman.

“Anda tidak dapat selalu menghadapi sebuah permainan dan mengendalikan hasilnya, semua yang dapat Anda lakukan adalah mengontrol kinerja Anda. Kami pernah bermain di level bawah. Dan saya pun berkata untuk meminta diri kami meningkatkan kinerja, dan itu yang saat ini terjadi.”

“Saya tidak akan mengatakan bahwa saya tidak berpikir tim saya cukup baik.”

Meskipun sukses lolos ke semifinal, Coleman menegaskan ia tidak berpikir untuk menjadi juara Euro 2016 terlebih dahulu.

“Saya tidak berpikir tentang memenangkan turnamen, apa yang kami pikirkan adalah lolos dari grup, kemudian mengalahkan Irlandia Utara, kemudian mengalahkan Belgia,” katanya.

“Yang berikutnya adalah Portugal. Saya berjanji, tim saya tidak akan berpikir tentang bagaimana memenangkan turnamen. Mereka berpikir tentang tantangan berikutnya, yaitu Portugal (fokus satu per satu pertandingan),” pungkasnya.