Conte Puji Jerman Sebagai Skuad Terlengkap di Dunia

22

Pelatih Italia Antonio Conte memuji Jerman sebagai skuad yang paling lengkap di dunia menjelang pertandingan perempat final mereka di Piala Eropa Euro 2016, Minggu dini hari. Pasukan Conte yang dikalahkan 4-1 oleh Jerman dalam pertandingan persahabatan pada bulan Maret dan segera  menjadi manajer Chelsea memberikan kekaguman yang luar biasa pada Jerman. Dia mengatakan, “Kami bermain […]

Pelatih Italia Antonio Conte memuji Jerman sebagai skuad yang paling lengkap di dunia menjelang pertandingan perempat final mereka di Piala Eropa Euro 2016, Minggu dini hari.

Piala Eropa  - Conte Puji Jerman Sebagai Skuad Terlengkap di Dunia

Pasukan Conte yang dikalahkan 4-1 oleh Jerman dalam pertandingan persahabatan pada bulan Maret dan segera  menjadi manajer Chelsea memberikan kekaguman yang luar biasa pada Jerman.

Dia mengatakan, “Kami bermain melawan tim yang sangat kuat. Saya pikir mereka lebih baik daripada Spanyol pada saat ini. Mereka memiliki segala sesuatu dan memiliki kualitas di setiap lini yang kuat, kemampuan teknis, bakat, kekuatan fisik, organisasi, taktis set-up, mereka memiliki semua. Mereka adalah skuad paling lengkap di dunia.”

“Mereka dalam periode yang sangat baik dengan banyak pemain yang kuat di dalam skuad mereka.”

Conte pun menegaskan timnya telah membaik sejak kekalahan di laga persahabatan itu dan bangga bisa membuktikan diri atas segala kritik yang dialamatkan kepada skuad Italia.

“Kami memulai perjalanan kami di Kejuaraan Eropa dengan sedikit kredibilitas. Kami direndahkan. Tidak hanya dari media Italia, tetapi juga media internasional. Semua orang berpikir bahwa permainan Italia akan buruk, tapi kami menunjukkan bahwa, melalui kerja keras dan organisasi yang baik, dan 23 pemain yang bekerja keras, kami bisa melakukan sesuatu yang luar biasa melawan Spanyol.”

“Pada hari Sabtu kami harus melakukan sesuatu yang benar-benar luar biasa (untuk mengalahkan Jerman.”

“Kami telah membuat kemajuan yang signifikan sejak laga persahabatan (melawan Jerman), kami belajar banyak. Itu adalah kekalahan gemilang bagi kami, tapi itu yang akan memberi kami stimulasi yang lebih besar untuk menentukan langkah kami berikutnya di masa mendatang.”