Portugal, Makin Digosok Makin Hot!

22

Cristiano Ronaldo akhirnya mampu mewujudkan impiannya memberikan gelar internasional pertama bagi Portugal setelah menjuarai Final Piala Eropa Euro 2016 atas tuan rumah Prancis. Meski tidak diunggulkan dan cenderung dianggap remeh, skuad asuhan Fernando Santos secara perlahan tapi pasti justru sukses membuat kejutan demi kejutan dengan hasil yang memuaskan. Dan kini saat semua prediksi mengarah ke […]

Cristiano Ronaldo akhirnya mampu mewujudkan impiannya memberikan gelar internasional pertama bagi Portugal setelah menjuarai Final Piala Eropa Euro 2016 atas tuan rumah Prancis.

Meski tidak diunggulkan dan cenderung dianggap remeh, skuad asuhan Fernando Santos secara perlahan tapi pasti justru sukses membuat kejutan demi kejutan dengan hasil yang memuaskan.

Dan kini saat semua prediksi mengarah ke tuan rumah Prancis, sebaliknya Portugal mampu memanfaatkan rendahnya tekanan sebagai underdog untuk tampil lepas dan bermain tanpa tekanan. Hasilnya, kritikan pedas selama turnamen atas permainan buruk mereka justru menjadi motivasi kuat untuk menjadi juara Euro 2016!

Di pertandingan perdana, Portugal tampak loyo ketika mereka dibuat frustrasi oleh permainan negatif tim debutan Islandia di fase grup F dan hanya mampu bermain imbang, 1-1, berkat gol Luis Nani.

Matchday kedua tetap tidak bersahabat bagi Portugal. Austria yang meng-copy paste gaya bermain dengan permainan negatif sukses menghentikan badai serangan dari Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan. Portugal pun berada di ujung tanduk setelah hanya meraih dua poin dari dua laga.

Dan di laga terakhir menjadi penentuan. Melawan Hungaria, Portugal tampil mengganas dnegan mencetak tiga gol ke gawang juara grup F tersebut. Namun sayang performa hebat lini depan tak diimbangi lini belakang yang juga kebobolan tiga gol. Beruntung, ternyata hanya dengan tiga poin Selecao tetap bisa lolos ke babak 16 besar.

Di babak 16 besar, Portugal menjadi underdog kala bertemu dengan juara grup D Kroasia. Jelas saja, di sepanjang laga Portugal lebih sibuk membendung serangan Kroasia dan tak sempat mengancam gawang Kroasia sama sekali. Namun lagi-lagi mereka beruntung. Di babak perpanjangan waktu, Quaresma sukses mencetak gol kemenangan memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Ronaldo. Portugal pun lolos ke perempat final.

Lolos ke perempat final tak berarti mudah bagi Portugal setelah mereka lolos dengan berbagai cacian atas gaya bermain mereka yang buruk dan disebut tak pantas menang atas Kroasia. Namun skuad asuhan Fernando Santos tak ambil pusing, kemenangan atas segalanya. Terbutki, permainan buruk mereka kembali mendapatkan hasil ketika sukses menyingkirkan Polandia lewat adu penalti untuk lolos ke babak semifinal.

Di semifinal, Wales yang lolos setelah menghajar favorit Belgia 3-1 lebih dijagokan atas Portugal. Namun Selecao tampil meyakinkan di saat yang tepat sekaligus membungkam para pengkritik mereka. Dua gol dar Ronaldo dan Nani cukup untuk memulangkan Wales untuk melaju ke final Euro 2016.

Laga final pun jadi layaknya ajang penghakiman bagi Ronaldo dan kawan-kawan. Tim Portugal, khususnya Ronaldo, di­-bully habis dan disebut bahwa mereka hanya lolos ke final dengan beruntung dan tak pantas berada di partai final.

Banyak pengkritik yang menyebut bahwa keberuntungan Portugal akan berakhir di final, sementara Thierry Henry menyebut Portugal dapat memperburuk kualitas final. Akan tetapi motivasi atas kritikan menjadi modal terkuat Portugal.

Menghadapi tuan rumah dan favorit Prancis, Portugal sukses menunjukkan mentalitas kuat mereka dengan sukses mempermalukan Prancis di depan pendukungnya sendiri untuk mengklaim trofi Euro 2016 dan menjadi raja Eropa!

Parabéns, Portugal!