Melihat Negara-negara ‘Mini’ di Kualifikasi Euro 2016

  • Sementara negara-negara peringkat teratas UEFA telah merencanakan perjalanan menuju Perancis, banyak negara-negara yang lebih kecil dan kurang difavoritkan di benua itu juga berusaha untuk mendapatkan beberapa poin, dan memenangkan kembali hati pendukung mereka. Satu di antaranya adalah anggota terbaru UEFA, Gibraltar, sebuah negara mini jajahan Inggris yang sudah membuat Spanyol kesal. Selain itu juga ada negara-negara […]

Piala Eropa  - Melihat Negara-negara 'Mini' di Kualifikasi Euro 2016
Saking sempitnya Gibraltar, lapangan bola pun dibangun di bawah salah satu gunung karang

Sementara negara-negara peringkat teratas UEFA telah merencanakan perjalanan menuju Perancis, banyak negara-negara yang lebih kecil dan kurang difavoritkan di benua itu juga berusaha untuk mendapatkan beberapa poin, dan memenangkan kembali hati pendukung mereka.

Satu di antaranya adalah anggota terbaru UEFA, Gibraltar, sebuah negara mini jajahan Inggris yang sudah membuat Spanyol kesal.

Selain itu juga ada negara-negara seperti Andorra, Lichtenstein dan Luksemburg yang diwakili oleh individu-individu sukarelawan yang bangga mengenakan baju tim nasional, dan tidak dimotivasi oleh keuntungan finansial yang menguasai pikiran terlalu banyak pemain dalam permainan sepakbola modern.

Kazakhstan

Meskipun negara terluas kesembilan di dunia dengan hampir 18 juta jiwa, Kazakhstan adalah salah satu pesaing terlemah UEFA. Dalam kualifikasi Piala Dunia untuk Brazil mereka hanya berhasil meraih satu kemenangan saja melawan Kepulauan Faroe, dan berakhir di posisi kelima, sembilan poin di belakang Republik Irlandia yang hanya mencapai tempat keempat.

Tim nasional memiliki sejumlah pemain yang berasal terutama dari liga domestik di negara itu, tetapi bek Konstantin Engel dan gelandang Heinrich Schmidtgal saat ini merumpur di Bundesliga 2.

Pelatih kepala mereka dari Rusia Yuri Krasnozhan kuatir dengan lawan-lawan mereka di Grup A, terdiri dari Belanda, Republik Ceko, Turki dan runner up playoff Piala Dunia, Islandia.

Mereka sebenarnya memiliki target untuk mengambil poin maksimal dari Latvia, yang peringkatnya hanya 17 tempat di atas Kazakhstan (di posisi 111), tapi gagal. Laga bulan September 2014 lalu hanya berakhir 0-0 vs Latvia, dan kalah 3-1 vs tuan rumah Belanda beberapa hari silam. Kazakhstan kini menduduki posisi 4 klasemen sementara Grup A dengan poin 1.

Andorra

Saat ini peringkat terendah kedua UEFA ini dilatih oleh mantan kiper internasional mereka, Yesus Alvarez, yang memainkan pertandingan terakhir melawan Inggris di kualifikasi Piala Dunia 2010 (Alvarez pada tahun 2003 terpilih sebagai pemain Andorra terbaik dari periode setengah abad terakhir).

Tidak ada yang lebih buruk lagi daripada kampanye Euro 2016 mereka sebelumnya, saat Andorra kalah di setiap pertandingan, kebobolan 30 gol dan tidak mencetak satu gol pun. Kini satu grup dengan Bosnia-Herzegovina, Belgia, Israel, Wales dan Siprus nasib mereka akan lebih sulit lagi. Bahkan Siprus saja masih bisa menang atas Islandia dan draw vs Swiss pada laga kualifikasi Euro terakhir kali.

Sejauh ini mereka sudah kalah dua kali, 1-2 vs Wales di kandang dan 6-0 di Belgia. Mereka kini menduduki ranking terbawah Grup B dengan nilai 0.

Sebagai negara mungil yang terjepit di antara Perancis dan Spanyol ini, para pemain yang tidak berlaga di Andorra Primera Divisio akan bisa ditemukan di liga regional  amatir di Spanyol.

Luksembourg

Negara kecil ini dapat membanggakan PDB per kapita tertinggi di dunia, tetapi ranking tim nasional mereka berada di antara Guinea Khatulistiwa dan Lebanon dalam peringkat FIFA di posisi 120.

Dipimpin oleh mantan pemain internasional Luc Holtz, Luksemburg berhasil meraih kemenangan 3-2 atas Irlandia Utara di babak kualifikasi Piala Dunia, selain dua kali seri dengan Azerbaijan dan menyimpulkan bahwa laga kualifikasi mereka relatif berhasil.

Namun, harapan tidak begitu tinggi untuk kualifikasi Euro 2016 mendatang ini. Bergabung bersama Spanyol, Ukraina, Slovakia, Belarusia dan Makedonia, tim nasional akan melakukan yang terbaik untuk menambah pengalaman bagi para pemain muda dan menjanjikan seperti Chris Philipps, Lars Gerson dan Yannick Bastos, yang bersaing di Ligue 2, Allsvenskan dan divisi Championship (masing-masing bersama Metz, Norrkoping dan Bolton Wanderers).

Mereka kini sudah draw satu kali 1-1 vs Belarusia di kandang sendiri dan kalah 3-2 di Makedonia, terdampar di urutan 5 Grup C dengan hanya satu poin saja.

Gibraltar

Anggota terbaru UEFA itu akan memulai kampanye kualifikasi mereka melawan Jerman, Republik Irlandia, Polandia, Skotlandia, dan Georgia di Grup D, yang pasti akan memberikan kurva belajar yang curam. Namun, Allen Bula dan skuadnya akan merasa percaya diri setelah menang 3-0 atas Kepulauan Faroe dan bermain imbang 0-0 dengan Slovakia, dan akan berharap bisa mengambil poin dari Georgia (peringkat 103 FIFA) dan memperoleh beberapa poin yang berharga.

Negara mungil jajahan Inggris di bagian selatan Spanyol ini baru memainkan satu laga dan kalah telak 0-7 vs Polandia. Mereka duduk di posisi terbawah Grup D.

Klik NEXT untuk melihat negara mini lain yang dipimpin legenda sepakbola dan bahkan mantan pemain Lazio.