FA Inggris Desak Laporan Suap FIFA Dibuka ke Publik

Asosiasi Sepak Bola Inggris menginginkan, sebuah laporan rahasia yang sedang disusun jaksa FIFA Michael Garcia soal dugaan korupsi tender Piala Dunia di tubuh organisasi itu agar diterbitkan untuk umum. “Kami sebagai FA akan meminta untuk itu,” kata Ketua FA Inggris Greg Dyke kepada sebuah panel parlemen Inggris, Selasa. Jika FIFA dan Garcia menolak untuk mempublikasikan hasil pemeriksaan itu, […]

Gelandang Spanyol Ander Herrera telah bersumpah untuk memperjuangkan masa depannya di Manchester United.

Internasional Liga Inggris Piala Dunia  - FA Inggris Desak Laporan Suap FIFA Dibuka ke Publik

Asosiasi Sepak Bola Inggris menginginkan, sebuah laporan rahasia yang sedang disusun jaksa FIFA Michael Garcia soal dugaan korupsi tender Piala Dunia di tubuh organisasi itu agar diterbitkan untuk umum.

“Kami sebagai FA akan meminta untuk itu,” kata Ketua FA Inggris Greg Dyke kepada sebuah panel parlemen Inggris, Selasa.

Jika FIFA dan Garcia menolak untuk mempublikasikan hasil pemeriksaan itu, “Maka saya berharap Sunday Times bisa mendapatkannya,” kata Dyke.

Surat kabar Inggris itu di masa lalu telah berulang kali melakukan investigasi dugaan korupsi terhadap keputusan FIFA memberikan jatah tuan rumah Piala Dunia 2022 kepada Qatar. Wartawan Jonathan Calvert dan Heidi Blake juga ditanyai oleh komite parlemen yang bertanggung jawab untuk olahraga.

Pada hari Senin, FIFA mengatakan laporan Garcia harus dikirim ke hakim etika FIFA Joachim Eckert pada bulan September. Eckert diharapkan untuk memutuskan sanksi yang akan dijatuhkan beberapa minggu kemudian.

Garcia dan tim investigasi telah mewawancarai pejabat dari sembilan kandidat, termasuk Inggris, yang mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah 2018 atau 2022. Komite eksekutif FIFA akhirnya memilih Rusia dan Qatar dalam sebuah pemungutan  suara rahasia pada bulan Desember 2010.

Garcia, mantan jaksa di New York, ditunjuk oleh FIFA pada tahun 2012 dengan anggaran tak terbatas untuk menyelidiki tudingan adanya korupsi tersebut.

Namun, FIFA dan Garcia berencana tidak akan pernah menerbitkan hasil investigasinya.

Calvert mengatakan kepada anggota parlemen, Presiden FIFA Sepp Blatter akan memutuskan apakah laporan penyelidikan Garcia akan diterbitkan untuk umum.

Penyelidikan Garcia sebelum ini mencakup kasus penyuapan dan kesalahan keuangan yang melibatkan mantan pejabat FIFA Mohamed bin Hammam dari Qatar, dan mantan agen pemasaran Piala Dunia ISL, yang bangkrut pada tahun 2001.

Kasus ISL menyebabkan pendahulu Blatter, Joao Havelange, mengundurkan diri tahun lalu sebagai presiden kehormatan FIFA, dan menantu Havelange, Ricardo Teixeira mengundurkan diri dari posisi ketua panitia Piala Dunia Brasil.

Sepakbola.cc