Fans Brasil Dukung Jerman, Tak Sudi Argentina Juara

  • Jelang final Piala Dunia 2014, sebagian besar warga Brasil akan mendukung Jerman pada hari Minggu nanti (13/07) meski Brasil di semifinal dibantai Jerman 1-7. Mereka tak sudi Argentina meraih kemenangan meski sesama Amerika Latin. Sejak laga pertama antara Brasil vs Argentina pada tahun 1914, persaingan kedua negara tidak terelakkan. Baik itu di level Copa America, hingga Piala Dunia, keduanya selalu bersaing. Mulai Piala Dunia […]

Internasional Liga Jerman Piala Dunia  - Fans Brasil Dukung Jerman, Tak Sudi Argentina Juara

Jelang final Piala Dunia 2014, sebagian besar warga Brasil akan mendukung Jerman pada hari Minggu nanti (13/07) meski Brasil di semifinal dibantai Jerman 1-7. Mereka tak sudi Argentina meraih kemenangan meski sesama Amerika Latin.

Sejak laga pertama antara Brasil vs Argentina pada tahun 1914, persaingan kedua negara tidak terelakkan. Baik itu di level Copa America, hingga Piala Dunia, keduanya selalu bersaing. Mulai Piala Dunia 1978, Piala Dunia 1982, dan Piala Dunia 1990.

Teriakan “Maradona lebih hebat dari Pele” selalu didengungkan para pendukung Argentina dalam setiap laga, begitupun di ajang Piala Dunia 2014 kali ini.  Fans Brasil pun membalas dengan teriak, “Hanya Pele yang mencetak 1.000 gol!”

Persaingan rupanya tak hanya di lapangan hijau ataupun di stadion, sebagian besar warga Brasil tidak suka dengan orang Argentina. “Saya bisa mendukung semua tim, kecuali Argentina. Saya suka Pele, bukan Maradona,” kata Luiz Amorim, 55, kepada sebuah harian Brasil.

Bahkan Eduardo Paes, wali kota Rio de Janeiro, pernah bilang tahun lalu bahwa dia lebih baik bunuh diri jika Argentina jadi juara Piala Dunia 2014.

Bila Argentina juara, maka itu adalah tragedi bagi warga Brasil, apalagi di tanah Brasil sendiri. Final antara Jerman dan Argentina bakal digelar di Stadion Maracana, Rio de Janeiro. “Mereka tidak boleh menang,” kata Gabriel Tedde, warga Sao Paulo, kepada BBC.

Dan semua warga Brasil pun sepakat“Jika Brasil tidak bisa juara, Argentina juga tidak bisa.”