Fans Nyaris Cetak Gol, Dipuji “Mirip David Beckham”

31

Masih ingat laga pembuka musim 2014/15 antara tuan rumah West Ham United vs tamunya Tottenham Hotspur? Waktu itu satu fans pakai baju kotak-kotak berlari masuk lapangan, lalu mengambilalih satu bola mati yang akan ditendang Christian Eriksen. Tendangan itu nyaris gol, kalau bukan kiper Adrian berinisiatif menangkapnya di pojok kiri atas gawang. Nah, hakim di pengadilan […]

Internasional Liga Inggris Xtra Time  - Fans Nyaris Cetak Gol, Dipuji "Mirip David Beckham"
Masih ingat laga pembuka musim 2014/15 antara tuan rumah West Ham United vs tamunya Tottenham Hotspur?

Waktu itu satu fans pakai baju kotak-kotak berlari masuk lapangan, lalu mengambilalih satu bola mati yang akan ditendang Christian Eriksen. Tendangan itu nyaris gol, kalau bukan kiper Adrian berinisiatif menangkapnya di pojok kiri atas gawang.

Nah, hakim di pengadilan memuji tendangan itu mirip apa yang dilakukan David Beckham.

Jordan Dunn (22 tahun) si penerobos lapangan itu mengatakan kepada polisi, ulahnya dalam derby London tersebut adalah mimpinya sejak kecil. Namun setidaknya fans yang rupanya sedang mabuk itu melakukan sebuah tendangan “melengkung mirip Beckham”, menurut sang hakim yang menghukumnya.

Dunn akhirnya didenda 305 pound (Rp 6 juta) oleh sang bapak hakim tetapi terhindar sanksi larangan menonton sepakbola setelah ia mengaku bersalah mengambil tendangan saat laga Premier League antara Tottenham Hotspur dan West Ham bulan lalu.

Meskipun menenggak enam gelas bir hari itu, Dunn nyaris mencetak gol dengan kaki kiri menuju gawang West Ham, namun diselamatkan oleh kiper Adrian.

Dunn yang bekerja sebagai resepsionis hotel kemudian dijatuhkan ke tanah oleh steward Upton Park dan kemudian ditangkap, sebelum dikenai tuduhan memasuki lapangan sepakbola tanpa izin.

Tendangan si gilabola mabuk itu sebenarnya lebih bagus daripada tendangan sungguhan yang dieksekusi setelah itu, oleh gelandang bernilai 11 juta pound, Christian Eriksen, yang melayang di atas mistar gawang pada laga yang akhirnya dimenangkan Spurs 1-0.

Hakim Distrik Gareth Branston bahkan memuji keterampilan Dunn, meskipun ia minum alkohol sampai mabuk, namun berhasil menghibur orang banyak.

Bapak hakim berkata: “Pada sore hari 16 Agustus sekitar 35.000 penggemar sepak bola membayar untuk menonton 22 orang dengan celana pendek dan sepatu bola saling bermain bola sepak selama 90 menit.”

“Mereka (para pemain) dibayar untuk menghibur orang banyak.”

“Beberapa waktu setelah game dimulai, seorang pemuda dengan kemeja kotak-kotak dan sepatu merah berlari ke lapangan.”

“Itu Anda. Anda tidak dibayar untuk itu dan dengan mengerjakannya, Anda telah melakukan tindak pidana.”

“Anda mulai berlari 70 meter di seberang lapangan, dikejar oleh steward, salah satunya jatuh.”

“Tottenham sudah bersiap untuk tendangan bebas, dan Anda mengambil alihnya untuk mereka.”

“Terus terang, Anda mungkin sudah sedikit lelah saat sampai ke bola. Lari Anda itu aga terlalu jauh daripada yang benar-benar diperlukan.”

“Anda telah mengkonsumsi alkohol, dan pola langkah Anda agak kurang teratur tetapi, meminjam sebuah frase terkenal, Anda melakukan tendangan melengkung seperti Beckham (bend it like Beckham)!”

“Sayangnya itu sekitar 48 kilometer lebih lambat dari David Beckham dan kiper West Ham menangkapnya dengan mudah.”

“Pemain sepakbola profesional setelah kamu [Christian Eriksen] tidak melakukannya sebaik kamu.”

Hakim Distrik Branston menjatuhkan denda 6 juta rupiah untuk tindakannya melanggar hukum dengan berlari  ke tengah lapangan sepakbola, tetapi menolak untuk menjatuhkan vonis larangan menonton laga sepakbola di masa depan, seperti tuntutan jaksa.

Hakim Branston mengatakan, “Setelah mencapai ambisi masa kecil Anda, Anda tidak akan melakukannya lagi.”

“Orang lain harus dicegah melakukan hal serupa karena  pertandingan sepakbola akan menjadi urusan yang sangat membosankan jika semua orang diperbolehkan masuk ke lapangan, dan lebih banyak risiko jika hooligan mabuk masuk ke lapangan dan menyerang para pemain.”

Dunn menjelaskan tindakannya sebagai “gila” dan mengatakan ia hanya bisa “meminta maaf” untuk apa yang telah dilakukannya.

Dia berkata: “Saya minta maaf atas apa yang telah saya lakukan. Itu benar-benar hanya kegilaan sesaat. Saat saya berlari saya melihat bola dan saya pikir saya hanya akan menendangnya.”