FIFA Hukum Berat Pemain Bola Antek-antek Bandar Judi

21

FIFA menjatuhkan hukuman berat bagi para pemain sepakbola yang menjadi antek-antek bandar judi. Hukuman itu bukan hanya skorsing dari masing-masing asosiasi setiap negara, tapi juga larangan menjadi pemain bola di negara mana pun di seluruh dunia.  Sudah ada 13 pemain asal Estonia dan dua dari Slovakia yang sudah diskors oleh federasi bola masing-masing untuk keterlibatan mereka […]

Internasional  - FIFA Hukum Berat Pemain Bola Antek-antek Bandar Judi
FIFA menjatuhkan hukuman berat bagi para pemain sepakbola yang menjadi antek-antek bandar judi. Hukuman itu bukan hanya skorsing dari masing-masing asosiasi setiap negara, tapi juga larangan menjadi pemain bola di negara mana pun di seluruh dunia. 

Sudah ada 13 pemain asal Estonia dan dua dari Slovakia yang sudah diskors oleh federasi bola masing-masing untuk keterlibatan mereka pada pengaturan hasil dan skor akhir pertandingan.

Larangan bermain atas mereka kini diperluas ke seluruh dunia, badan sepakbola dunia FIFA mengatakan Kamis malam WIB.

FIFA mengatakan bahwa ada dua pemain berbasis Estonia yang dijatuhi hukuman larangan bermain bola sampai dengan 31 Desember 2014 dan 10 pemain bola lainnya sampai tanggal 31 Maret 2015, sebagai bagian dari investigasi yang sedang berlangsung mulai dari tahun 2011.

“Asosiasi bola Estonia telah bekerja sama dengan pihak berwenang di sistem peradilan nasional setelah kantor jaksa negara membuka penyelidikan penipuan pada tahun 2011 dan kemudian memulai proses penyelidikan terhadap beberapa pemain,” kata FIFA dalam sebuah pernyataan.

“Dalam 12 kasus, komite disiplin (Estonia FA) diharapkan untuk membuat keputusan akhir pada akhir tahun setelah semua elemen yang diperlukan dianalisis,” tambah pernyataan itu.

Pemain ke-13, Yaroslav Dmitriev, telah diberi larangan seumur hidup untuk semua kegiatan yang berhubungan dengan sepakbola, kata FIFA.

FIFA mengatakan, dua orang pemain Slovakia yang terlibat, yakni Ivan Hodur dan Robert Rak, telah dilarang selama 11 dan 15 tahun masing-masing karena memanipulasi sebuah pertandingan persahabatan klub pada tahun 2011.

Larangan atas Hodur akan ditambahkan di atas hukuman 14 tahun atas sebuah kasus lain pada Desember lalu, menjadikan hukuman totalnya mencapai 25 tahun, kata FIFA.