FIFA Luncurkan Video Sepakbola Perempuan Papua

52

Sebuah video diluncurkan di saluran resmi FIFA di Youtube, memperlihatkan perkembangan Galanita Persipura Papua, sepakbola wanita yang dikembangkan oleh pasangan asal Jerman, Rainer Scheunemann dan Heidi Scheunemann. Berikut adalah penjelasan resminya, yang dambil dari FP Komunita Perem Komen: A brave fight for women’s players in IndonesiaBeberapa jam yang lalu, laman resmi Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah […]

Internasional Liga Indonesia Xtra Time  - FIFA Luncurkan Video Sepakbola Perempuan Papua
Sebuah video diluncurkan di saluran resmi FIFA di Youtube, memperlihatkan perkembangan Galanita Persipura Papua, sepakbola wanita yang dikembangkan oleh pasangan asal Jerman, Rainer Scheunemann dan Heidi Scheunemann.

Berikut adalah penjelasan resminya, yang dambil dari FP Komunita Perem Komen:

A brave fight for women’s players in Indonesia

Beberapa jam yang lalu, laman resmi Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah menetapkan cuplikan singkat video tim Galanita Persipura sebagai “Video of the Week”. Melalui artikel yang berjudul “Women’s football on the rise in Indonesia (Kebangkitan Sepakbola Wanita di Indonesia), tersaji sejumlah informasi tentang perkembangan sepakbola wanita di Papua. Video tersebut sebelumnya diunggah ke laman resmi youtube milik FIFA pada 24 Agustus 2014, dan telah ditonton oleh lebih dari 2000 pengunjung.

Tayangan video berdurasi 5 menit tersebut menjelaskan tentang harapan dan cita-cita dari gadis-gadis Papua tentang masa depan sepakbola di Indonesia. FIFA menjelaskan bahwa Rainer Scheunemann bersama Heidi Scheunemann, pasangan suami-istri berkebangsaan Jerman, merupakan orang yang berjasa untuk merintis dan mendirikan Galanita Persipura pada 2009. Dalam pejelasannya ketika diwawancarai oleh FIFA TV, Rainer Scheunemann menggambarkan orang Papua sebagai masyarakat yang fanatik dan cenderung “tergila-gila” terhadap sepakbola. Namun demikian, pembinaan dan pengembangan potensi sepakbola wanita di Papua, belum mendapat perhatian yang serius dari pemerintah.

Christina Kaisiri dan Melera Wonda, dua orang pemain Galanita Persipura menjelaskan bahwa sampai saat ini Pemerintah Papua lebih menitikberatkan pengembangan sepakbola bagi kaum laki-laki. Sementara potensi sepakbola wanita yang telah menorehkan prestasi di tingkat lokal dan nasional, belum dioptimalkan. Mereka juga berharap agar melalui pembinaan yang serius, pesepakbola wanita asal Papua bisa tampil di ajang internasional. 

Semoga cuplikan video “A brave fight for women’s players in Indonesia” (Pertarungan berani bagi para Pesepakbola Wanita di Indonesia) dapat menggugah berbagai pihak terkait guna mengembangkan potensi sepakbola wanita di Tanah Papua, agar dapat bersinar seperti “Mutiara Hitam”.