FIFA Mungkin Sesali Penjualan Alkohol Dalam Stadion

9

Pejabat FIFA mengakui, ada korelasi antara penjualan alkohol di lokasi-lokasi pertandingan, dan parahnya jumlah serta tingkatan orang mabuk yang dijumpai di dalam stadion lokasi pertandingan Piala Dunia Brasil. Jerome Valcke, yang merupakan orang nomor 2 di organisasi FIFA, berpendapat, “Mungkin ada terlalu banyak orang yang mabuk” di dalam lokasi-lokasi laga, dan menyebut adanya hubungan antara mabuk serta […]

Internasional Piala Dunia  - FIFA Mungkin Sesali Penjualan Alkohol Dalam Stadion

Pejabat FIFA mengakui, ada korelasi antara penjualan alkohol di lokasi-lokasi pertandingan, dan parahnya jumlah serta tingkatan orang mabuk yang dijumpai di dalam stadion lokasi pertandingan Piala Dunia Brasil.

Jerome Valcke, yang merupakan orang nomor 2 di organisasi FIFA, berpendapat, “Mungkin ada terlalu banyak orang yang mabuk” di dalam lokasi-lokasi laga, dan menyebut adanya hubungan antara mabuk serta kekerasan.

Pernyataan Valcke itu membuka kembali topik, apakah sebaiknya bir dan semua minuman beralkohol dilarang dari lokasi-lokasi pertandingan olahraga.

Brasil sebenarnya sudah menerapkan larangan penjualan alkohol di laga bola sejak tahun 2003, dalam rangka menurunkan tingkat kekerasan di antara kaum fanatik gilabola.

Namun larangan itu dicabut sementara selama Piala Dunia karena salah satu sponsor utama turnamen ini adalah Budweiser, produsen bir kelas dunia. FIFA sejak awal menekan tuan rumah Brasil soal larangan ini, mengakibatkan munculnya friksi antara FIFA dan pemerintah Brasil, yang balik diserang oleh para anggota parlemen soal pencabutan larangan alkohol tersebut.

Selama perdebatan berlarut-larut atas masalah aturan soal alkohol ini di tahun 2012, Valcke dengan lantang mengatakan,  penjualan bir di dalam stadion adalah bagian penting dari tradisi Piala Dunia, dan tuntutan pencabutan larangan alkohol tidak bisa dinegosiasikan.

Namun dalam wawancara dengan SporTV pekan ini, Valcke tampaknya sudah melunakkan posisinya, mengatakan penjualan alkohol, “Sesuatu yang kita harus lihat (kembali).”

”Jika kita berpikir sudah diperlukan untuk mengontrol (penjualan alkohol) maka kita akan mengendalikan mereka,” kata Valcke.

”Kami tidak pernah menempatkan panitia pertandingan dalam situasi penuh resiko.”

Kekerasan di antara kelompok-kelompok gilabola telah pecah di beberapa pertandingan, termasuk saat laga Kolombia vs Uruguay hari Minggu di Rio de Janeiro, di mana panitia lokal harus campur tangan untuk memisahkan dua kelompok gilabola yang bermusuhan.

Selain itu, sejumlah gilabola Argentina yang juga mabuk saat merayakan kemenangan tim mereka atas Iran pada 21 Juni lalu menyebabkan perkelahian massal  di pusat kota Belo Horizonte.

Valcke menegaskan bahwa penjualan bir di dalam stadion tidak pernah menjadi masalah di turnamen-turnamen sebelumnya.

”Saya kagum dengan jumlah orang yang mabuk di Brasil,” katanya. ”Saya sedikit terkejut.”

Piala Dunia 2022 dijadwalkan akan diadakan di Qatar, sebuah negara Teluk di mana konsumsi alkohol di depan umum dilarang. Pada saat itu agaknya tingkat kerusuhan dan perkelahian di kalangan gilabola akan turun drastis.