Berita Bola - FIFA Enggan Disalahkan Kasus-Kasus Pajak Pemain -

Presiden FIFA, Gianni Infantino ogah organisasinya disalahkan atas kasus pajak yang menjerat beberapa nama top di dunia sepak bola.

Berita Bola - FIFA Enggan Disalahkan Kasus-Kasus Pajak Pemain -

Berita Bola Gianni Infantino yakin FIFA tidak bertanggung jawab atau bersalah atas kasus penyelewengan pajak pemain bola.

Kasus pajak pesepakbola sudah sering menjerat beberapa pemain yang masih atau sudah tidak lagi bermain di Liga Spanyol. Nama-nama Adriano Correia, Dani Alves, Lionel Messi, Neymar dan kini giliran Cristiano Ronaldo dan Jose Mourinho.

Dua pria asal Portugal itu dituduh tidak membayar pajak kepada Dinas Pajak Spanyol dan terancam naik ke meja hijau. Akan tetapi Gianni Infantino beranggapan bahwa FIFA tidak bersalah atau mesti bertanggung jawab dengan aksi para pesepakbola yang mangkir pajak.

“Jika seseorang tidak membayar pajak atau mengendarai kendaraan diatas batas kewajaran atau mengakibatkan kecelakaan karena mengendari kendaraan karena dipengaruhi alkohol, FIFA tidak bertanggung jawab,” ujar Infantino pada Der Speigel.

“Saya rasa masalahnya bukan pada regulasi FIFA. Semua orang membayar pajak dan itu diwajibkan oleh hukum. Setiap orang bertanggung jawab atas aksi yang dilakukannya.”

“Jika seseorang melanggar kewajiban pajak nasional, maka itu menjadi tanggung jawab otoritas setempat. Yang bisa kami lakukan hanya membawa transparansi kepada transaksi finansial di dunia sepak bola.”

“Faktor terpenting harus selalu integritas dari permainan sepak bola itu sendiri. Itu sebabnya kami melarang adanya campur tangan pihak ketiga (dalam kontrak dan transfer pemain).”

Meski pria asal Yunani itu harus menghadapi kesulitan soal menerapkan regulasi tentang kepemilikan ketiga atas pemain, namun Infantino mengaku optimis.

“Kami baru memulai (regulasi tersebut) dan meski menemui keberatan di beberapa negara, kami senang sebab setidaknya kami bisa meningkatkan kesadaran atas sesuatu yang sebelumnya tidak dianggap sebagai masalah.”

“Ya, mungkin anda masih bisa mengakali regulasi tersebut tapi kesulitan untuk melakukan itu kini lebih sukar dibandingkan sebelumnya.”