Final Copa del Rey: Jangan rusuh seperti tahun 1984

72

Final Copa del Rey antara Barcelona vs Athletic Bilbao Sabtu (26/5/2012) beraroma panas. Kedua tim mengincar kemenangan dengan alasan yang berbeda. Semoga pertandingan berjalan fair dan tidak terjadi keributan seperti pada final tahun 1984 lalu. Saat itu Diego Armando Maradona yang tampil bagi Barcelona tiba-tiba berlari menghampiri pemain Bilbao. Lututnya menghantam wajah orang tersebut hingga […]

Final Copa del Rey antara Barcelona vs Athletic Bilbao Sabtu (26/5/2012) beraroma panas. Kedua tim mengincar kemenangan dengan alasan yang berbeda. Semoga pertandingan berjalan fair dan tidak terjadi keributan seperti pada final tahun 1984 lalu.

Saat itu Diego Armando Maradona yang tampil bagi Barcelona tiba-tiba berlari menghampiri pemain Bilbao. Lututnya menghantam wajah orang tersebut hingga terkapar. Final yang digelar di Santiago Bernabeu rusuh. Pemain dan offisial kedua tim saling pukul, saling tendang dan kejar-kejaran. Tawuran nan brutal. Di final tersebut, Bilbao menang 1-0 melalui gol Endika Guarrotxena.

Maradona, bintang asal Argentina itu, diganjar skorsing tiga bulan karena menjadi pemicu kerusuhan. Mengapa si cebol bisa kalap seperti itu? Bukan lantaran provokasi. Maradona punya dendam pribadi kepada Bilbao. Pada pertandingan kedua tim di La Liga September 1983, kaki Maradona patah karena tekel keras pemain Bilbao Andoni Goikoetxea.

Akibat tekel “Jagal dari Bilbao” itu, Maradona harus absen delapan bulan. Bilbao menjadi juara La Liga 1983/84 dengan keunggulan satu poin atas Barcelona.