Gara-gara Jatuhnya MH17, Tujuh Pemain Ini Ogah Pulang Ukraina

2

Jatuhnya pesawat Malaysia Airlines dengan kode penerbangan MH17 di perbatasan Ukraina dan Rusia hari Kamis lalu telah menimbulkan trauma, bukan saja bagi para keluarga penumpang, tapi juga bagi banyak orang lain termasuk sejumlah pemain bola internasional. Tercatat setidaknya ada tujuh pemain asing yang menolak masuk ke Ukraina karena kuatir dengan keselamatan diri mereka, terutama setelah mendengar […]

Internasional Liga Europa  - Gara-gara Jatuhnya MH17, Tujuh Pemain Ini Ogah Pulang Ukraina

Jatuhnya pesawat Malaysia Airlines dengan kode penerbangan MH17 di perbatasan Ukraina dan Rusia hari Kamis lalu telah menimbulkan trauma, bukan saja bagi para keluarga penumpang, tapi juga bagi banyak orang lain termasuk sejumlah pemain bola internasional.

Tercatat setidaknya ada tujuh pemain asing yang menolak masuk ke Ukraina karena kuatir dengan keselamatan diri mereka, terutama setelah mendengar bahwa jatuhnya pesawat MH17 itu terjadi karena tembakan rudal Buk bikinan Rusia.

Ketujuh pemain yang menolak pulang ke Ukraina itu terdiri dari enam pemain klub Shakhtar Donetsk, yakni lima pemain berdarah Brasil (Alex Teixeira, Fred, Douglas Costa, Dentinho) dan satu pemain asal Argentina, Facundo Ferreyra.

Mereka sebenarnya baru saja usai melakoni laga persahabatan klub melawan Lyon di kota Annecy di Prancis, yang berakhir dengan kekalahan 4-1, ketika mendengar kabar tersebut. Keenam pemain tersebut sontak memutuskan menolak pulang ke Ukraina.

Satu pemain lagi adalah dari klub Metalist Kharkiv yang juga berasal dari Argentina, Sebastian Blanco. Ia menolak pulang setelah usainya pusat pelatihan di Austria.

“Saya tidak ingin berkomentar apa pun saat ini,” kata general manager Shakhtar Donetsk Sergei Palkin.

Sesuai namanya, Shakhtar Donetsk bermarkas di kota Donetsk, di kawasan timur Ukraina. Donetsk terletak sekitar 100-120 km dari perbatasan dengan Rusia. Sementara lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines tersebut berada sekitar50 km dari perbatasan.

Shakhtar Donetsk pernah menjadi juara UEFA Cup tahun 2009. UEFA Cup sudah berganti nama menjadi Europe Cup sejak 2012.

Analisa terakhir menduga, rudal Buk itu diluncurkan oleh para milis separatis yang memisahkan diri dari pemerintahan pusat Ukraina dan memihak Rusia. Aktivitas mereka meningkat setelah lepasnya semenanjung Krimea di bagian selatan Ukraina.

Negara Ukraina bersama dengan Polandia adalah penyelenggara