Gara-gara main bola, dua negara berperang

26

Jangan pernah anggap remeh permainan bola. Dalam sejarah pernah ada dua negara bertetangga yang berperang hanya gara-gara persaingan duel main bola di ajang paling bergengsi di planet ini, Piala Dunia. Kapan itu? Di mana? Sungguh-sungguh berperangkah mereka? Pada tanggal 14 Juli 1969, Honduras dan El Salvador bertemu di lapangan hijau untuk laga kualifikasi wilayah Amerika […]

Gara-gara main bola, dua negara berperang - berita Internasional

Jangan pernah anggap remeh permainan bola. Dalam sejarah pernah ada dua negara bertetangga yang berperang hanya gara-gara persaingan duel main bola di ajang paling bergengsi di planet ini, Piala Dunia.

Kapan itu? Di mana? Sungguh-sungguh berperangkah mereka?

Pada tanggal 14 Juli 1969, Honduras dan El Salvador bertemu di lapangan hijau untuk laga kualifikasi wilayah Amerika guna mencari calon peserta final Piala Dunia 1970 Meksiko.

Pertandingan leg pertama berlangsung sengit di Tegucigalpa, ibukota Honduras. Namun tuan rumah Honduras berhasil mengalahkan El Salvador di menit-menit terakhir, memberi mereka kemenangan 1-0. Usai laga, penonton menjadi liar. Perkelahian pecah antara pendukung masing-masing kesebelasan. Stadion dibakar.

Media juga berkontribusi atas tumbuhnya kebencian karena sebelum laga mereka melancarkan kampanye kebencian, fitnah dan pelecehan.

Pada pertandingan kedua yang berlangsung di El Salvador, dengan cepat terjadi hal-hal yang di luar kendali. Hotel tempat tim Honduras bermalam dibakar massa di malam hari. Untungnya, semua orang bisa keluar tanpa terluka. Setelah melarikan diri dari sebuah hotel yang terbakar, tim tamu turun ke lapangan pertandingan seperti segerombolan zombie yang ketakutan. Tak perlu dikatakan, Salvador berjaya memenangkan permainan dengan skor 3-0.

Usai laga kerusuhan pecah. Mobil-mobil dibakar di jalanan. Toko-toko dijarah dan dibakar. Rumah sakit setempat sibuk menerima pasien baru tiap jamnya. Ajaibnya, tim Honduras berhasil melarikan diri kembali melintasi perbatasan tanpa benar-benar kehilangan satu orang pun.

Dengan Salvador dan Honduras berhasil memenangkan masing-masing satu pertandingan, tidak ada ilusi tentang apa yang akan terjadi ketika mereka bertemu di Mexico City untuk konfrontasi terakhir. Radio, televisi dan surat kabar di kedua negara meneriakkan pertempuran hingga titik darah penghabisan. Pada akhirnya, itulah yang akhirnya terjadi: perang.

Laga play off di Mexico City itu berakhir 3-2 untuk kemenangan El Salvador. Sampai menit 90 sebenarnya Honduras sudah unggul 1-2. Dua gol yang mematahkan hati terjadi di perpanjangan waktu, menit 123 dan 127.

Pagi-pagi tanggal 14 Juli 1969, aksi militer bersama dimulai pada apa yang kemudian dikenal sebagai Perang Sepak Bola. Angkatan udara El Salvador meluncurkan serangan besar di sepanjang jalan utama yang menghubungkan kedua negara dan terhadap pulau-pulau Honduras di Golfo de Fonseca. Pada awalnya, Salvador membuat kemajuan cukup cepat. Pada tanggal 15 Juli, tentara El Salvador, yang jauh lebih besar dan lebih siap dari lawan Hondurasnya, memukul mundur tentara Honduras lebih dari delapan kilometer. Setelah itu, serangan itu macet, dan Salvador mulai mengalami kekurangan bahan bakar dan amunisi. Alasan utama untuk kekurangan bahan bakar adalah tindakan dari angkatan udara Honduras, yang – selain menghancurkan angkatan udara Salvador – juga telah merusak fasilitas penyimpanan minyak El Salvador.

Nah, jadi kata siapa sepakbola tak bisa bikin perang?