Gervinho Merasa Jantungnya Tak Kuat, Ogah Nonton Adu Penalti

22

Partai final Piala Afrika antara Pantai Gading vs Ghana musti diakhir dengan adu penalti. Pemain Pantai Gading yang merumput di AS Roma, Gervinho, ogah nonton karena merasa tak kuat menanggung ketegangannya. Klik di sini untuk membaca laporan pertandingan final Piala Afrika, di mana saat babak reguler kedua tim main 0-0.  Lihat foto di atas saat Gervinho memunggungi […]

Internasional  - Gervinho Merasa Jantungnya Tak Kuat, Ogah Nonton Adu Penalti

Partai final Piala Afrika antara Pantai Gading vs Ghana musti diakhir dengan adu penalti. Pemain Pantai Gading yang merumput di AS Roma, Gervinho, ogah nonton karena merasa tak kuat menanggung ketegangannya.

Klik di sini untuk membaca laporan pertandingan final Piala Afrika, di mana saat babak reguler kedua tim main 0-0. 

Lihat foto di atas saat Gervinho memunggungi lapangan supaya tak usah menonton langsung laga adu penalti. Tapi lihat bahasa tubuhnya. Ia kelihatan masih ingin mendengarkan bagaimana hasilnya.

Pada akhirnya Pantai Gading tampil sebagai juara Piala Afrika 2015 setelah mengalahkan Ghana di Estadio de Bata, Guinea Khatulistiwa, Senin 9/2/2015 dinihari WIB, lewat adu penalti.

Hasil akhir adu penalti adalah 9-8.

Pantai Gading kehilangan dua tendangan pertama mereka dan menemukan diri mereka ketinggalan 2-0 ketika nasib mereka berubah drastis. Ghana selanjutnya gagal mengeksekusi dua bola berikutnya sehingga memungkinkan Les Elephants untuk mengikat skor sama kuat, dan setelah lima putaran tetap 5-5 maka adu penalti dilanjutkan menuju ke ‘sudden death’, mana yang gol duluan akan menang.

Pada sekitar waktu inilah, Gervinho berhenti menonton karena terlalu menyakitkan untuk jantungnya. Drama itu terlalu berat untuk ditanggungnya.

Tidak ada pihak yang boleh kehilangan penalti lagi sepertinya. Pertama Ghana mencetak gol, lalu Pantai Gading mengikuti. Terus dan terus begitu sampai setelah sepuluh putaran skor adalah 8-8, dan itu akhirnya waktu untuk bagi setiap kiper untuk turun tangan.

Saat itulah kiper Pantai Gading Boubacar Barry tampil sebagai pahlawan. Melawan kram di kakinya sejak babak keempat baku tembak, Barry pertama berhasil menghentikan tembakan Brimah Razak, kemudian memenangkan negaranya gelar pertama mereka sejak tahun 1992 dengan satu tendangan kemenangan.

Lihat cuplikannya di bawah ini: