Pertandingan Manchester United Kontra QPR, 14/9/2014

12

Hasil dan Skor Akhir Manchester United vs QPR, Liga Inggris EPL 14/9/2014. Akhirnya kemenangan itu datang juga. Setelah awal musim yang buruk, senyum bisa menghiasi gilabola Manchester United dan juga wajah sang manajer, Louis Van Gaal. Parade pemain bintang mendatangkan kemenangan pertama untuk Manchester United. Skor 4-0 (3-0) untuk tuan rumah Manchester United. Gol-gol diciptakan […]

Internasional Liga Inggris  - Pertandingan Manchester United Kontra QPR, 14/9/2014
Hasil dan Skor Akhir Manchester United vs QPR, Liga Inggris EPL 14/9/2014.

Akhirnya kemenangan itu datang juga. Setelah awal musim yang buruk, senyum bisa menghiasi gilabola Manchester United dan juga wajah sang manajer, Louis Van Gaal.

Parade pemain bintang mendatangkan kemenangan pertama untuk Manchester United. Skor 4-0 (3-0) untuk tuan rumah Manchester United. Gol-gol diciptakan oleh Angel di Maria 24′, Ander Herrera 36′, dan Wayne Rooney 44′. Satu gol lagi oleh Juan Mata 58′.

Kita menyaksikan Manchester United kembali ke formasi empat pemain bek. Mungkin saja ini disebabkan oleh kurangnya pilihan pemain belakang yang layak turun, tapi bisa juga karena kegagalan formasi selama ini. Setidaknya kita tahu Louis Van Gaal cukup fleksibel dan tidak melulu keras kepala mengharuskan formasi favoritnya dengan tiga bek saja dimainkan. Manajer modern beradaptasi terhadap jenis musuh mereka dan sumber daya yang mereka miliki.

Dengan memainkan empat pemain belakang sekaligus, maka debutan baru Marcos Rojo maupun Rafael bisa punya sedikit kebebasan untuk memanfaatkan lebar lapangan dan itulah yang kita lihat sepanjang laga malam ini. Mereka berlari sepanjang garis lapangan, memberi ruang sangat luas bagi para playmakers di tengah lapangan.

Sementara itu formasi berlian di lini tengah dari Daley Blind, Ander Herrera, Juan Mata dan Angel Di Maria meregang dan menyempit seturut kebutuhan, dan sejak awal menekan anak buah Redknapp.

Radamel Falcao tidak diturunkan sejak awal, mungkin karena alasan kebugaran, tetapi untuk sementara ini mereka tidak membutuhkannya untuk menggedor pertahanan QPR.

Gol pertama oleh Angel Di Maria di menit 24 berbau keberuntungan. Di Maria bertujuan mengirim bola secara akurat ke tiang terjauh, untuk siapa pun rekan yang menyambutnya di sana.  Jadi sementara ia tidak berniat untuk mencetak gol, dia pantas mendapatkan pujian untuk keakuratan tendangannya.

Tekanan Man United berlanjut terus dan pada menit ke-35 satu terobosan dari sisi kiri oleh Di Maria memberi umpan silang tak terduga ke Rooney yang mencoba menembak langsung. Bola memantul di kaki lawan dioper olehnya ke Herrera yang langsung menyambutnya dengan satu tembakan dari tepi area penalti, 2-0.

Dari sana tugas yang dihadapi QPR tampak hampir mustahil dan mereka sangat sedikit saja bisa memberikan perlawanan.

Herrera memberi assist matang di menit ke-44 ketika ia menemukan Rooney berdiri bebas di tepi kotak penalti. Sang kapten Inggris itu memberi satu tembakan ke gawang Rob Green di pojok kiri bawah, 3-0.

Selama pertandingan keunggulan Angel Di Maria paling terlihat ketika dia mengalahkan bek-bek lawan saat lomba balap lari, tapi dia bisa dibilang paling efektif ketika melepaskan bola dengan cepat.

Dribblingnya tidak bisa dipatahkan sama sekali dan ia menciptakan ruang serta kesempatan, serta umpan-umpan panjangnya sangat enak dilihat. Kita seharusnya bisa melihat lebih banyak perpaduan antara Di Maria dan Van Persie lebih banyak lagi.

Di menit ke-58 peran Di Maria terlihat ketika umpan kelas dunia menyilang dari sisi kiri ke tengah kotak penalti tepat di kaki Juan Mata yang tidak terkawal baik, dan menyelesaikan tugasnya, 4-0.

Debutan Radamel Falcao tampak ditunggu-tunggu penonton tuan rumah yang memberi gelombang tepuk tangan meriah pada menit ke-67 menit ketika ia turun menggantikan Mata.