Hasil dan Skor Akhir Manchester United vs Swansea City, EPL 16/8/2014

8

Kasihan juga para gilabola Manchester United. Lebih dari 75.000 fans datang ke Old Trafford untuk melihat fajar era baru, era Louis Van Gaal dan janji kebangkitan kembali, tetapi mereka pulang dengan melihat kesalahan-kesalahan elementer yang sama seperti yang menjungkirkan mereka musim lalu. Gol penentuan dari Gilfi Sugurdsson di menit ke-72 merusak pesta perdana untuk sang pelatih Belanda itu, […]

Hasil dan Skor Akhir Manchester United vs Swansea City, EPL 16/8/2014 - berita Internasional Liga Inggris
Kasihan juga para gilabola Manchester United. Lebih dari 75.000 fans datang ke Old Trafford untuk melihat fajar era baru, era Louis Van Gaal dan janji kebangkitan kembali, tetapi mereka pulang dengan melihat kesalahan-kesalahan elementer yang sama seperti yang menjungkirkan mereka musim lalu.

Gol penentuan dari Gilfi Sugurdsson di menit ke-72 merusak pesta perdana untuk sang pelatih Belanda itu, saat ia duduk di kursi bekas Alex Ferguson dengan ekspresi wajah mirip pendahulunya, David Moyes, pada akhir permainan.

Swansea City memperlakukan permainan ini secara serius dengan tiga poin yang dipertaruhkan, tidak ada pesta untuk debutan baru mereka, Lukasz Fabianski dan Bafetimbi Gomis.

Ada dua pelajaran yang Van Gaal temukan dalam 45 menit pertama laga sepakbola Liga Inggris ini: kompetisi liga Inggris tingkat atas ternyata sebegitu kompetitifnya seperti yang Brendan Rodgers peringatkan, dan butuh lebih banyak usaha daripada yang dia pikirkan untuk membalikkan semua kesalahan Moyes.

Setelah menahan permainan man United untuk sepuluh menit pertama, Swansea City ingat bahwa mereka menang di sini pada ajang Piala FA, selama era Moyes, tapi begitu juga banyak tim lainnya selama era naas musim lalu itu.

Di menit 19 menit, Angel Rangel mengirim umpan lambung ke Dyer, yang lalu meneruskan ke Sigurdsson, yang lalu seolah-olah akan menembak langsung ke gawang De Gea, namun malah mengirimkan sebuah umpan matang siap tembak ke pemain Korea, Ki Sung Yueng, sedikit di luar kotak penalti, 0-1! Old Trafford langsung tercekat dalam diam.

Van Gaal mencoba untuk membawa banyak pemain baru di pertandingan pertama, menempatkan Jesse Lingard, Tyler Blackett dan Ander Herrera untuk debut Premier League mereka.

Tapi di setengah perjalanan babak pertama Lingard tertatih-tatih, diduga mengalami cedera Achilles, sehingga memerlukan perubahan darurat dari skema terkenal 3-5-2 ke 4-4-2, dengan Ashley Young memainkan bek kiri dan Phil Jones bergerak ke bek kanan.

Manchester United sebenarnya memiliki tradisi panjang menyusul dan membalas kembali setelah ketinggalan, baik untuk urusan skor laga maupun dari satu periode yang payah.

Kapten Wayne Rooney menyamakan kedudukan di awal babak kedua, hasil sepak pojok Juan Mata yang dipantulkan dengan kepala oleh Jones. Rooney menyelesaikannya dengan tendangan keras sembari membalik badannya, 1-1.

Tapi Setan Merah memperlihatkan sistem pertahanan amatiran, yang dieksploitasi oleh Swansea. Sebuah tendangan bebas yang cepat di tengah-tengah lapangan mengirim bola ke sisi kiri depan dengan Sigurdsson dan Jefferson Montero bekerja sama memanfaatkan lemahnya pertahanan United.

Montero mengumpan ke Routledge yang berdiri bebas di tiang jauh, mengirim bola matang kembali untuk Sigurdsson, yang menusuk ke gawang David de Gea, 1-2!

Pada akhirnya Van Gaal terpaksa menjalankan taktik seperti yang dijalankan Moyes dengan menempatkan Marouane Felleini di depan bersama dengan Rooney guna mencari cara menyamakan kedudukan.

Strategi itu tidak berjalan baik dan Van Gaal menderita kekalahan Old Trafford-nya yang pertama.