Hatem Ben Arfa Punya 21 Hari Untuk Lari Dari Siksaan Klub

15

Newcastle United baru saja melalui musim panas yang –anehnya– sangat produktif. Mike Ashley telah merilis sebagian dana yang dihasilkan oleh penjualan Yohan Cabaye dan Mathieu Debuchy, dan klub telah menginvestasikan ulang uang mereka secara rapi. Tentu saja patut dicatat bahwa tidak ada satu pun pemain yang direkrut Newcastle berusia di atas usia 25 tahun. Perekrutan musim panas ini jelas dilakukan dengan satu […]

Internasional Liga Inggris  - Hatem Ben Arfa Punya 21 Hari Untuk Lari Dari Siksaan Klub
Newcastle United baru saja melalui musim panas yang –anehnya– sangat produktif. Mike Ashley telah merilis sebagian dana yang dihasilkan oleh penjualan Yohan Cabaye dan Mathieu Debuchy, dan klub telah menginvestasikan ulang uang mereka secara rapi.

Tentu saja patut dicatat bahwa tidak ada satu pun pemain yang direkrut Newcastle berusia di atas usia 25 tahun. Perekrutan musim panas ini jelas dilakukan dengan satu mata menimbang-nimbang kenaikan nilai si pemain di masa depan, tapi tetap saja sudah sangat progresif.

Daryl Janmaat memiliki Piala Dunia yang sangat mengesankan, Remy Cabella benar-benar istimewa, Emmanuel Riviere telah memulai pramusim dengan baik, dan Siem De Jong telah dihormati dalam Eredivisie selama beberapa waktu.

Dengan menimbang apa yang sudah ada di St James Park maka klub Newcastle akan terlihat sangat kompetitif musim ini, atau setidaknya begitu, jika nanti Alan Pardew butuh alasan untuk berkilah jika segala sesuatunya tidak berjalan baik.

Dimana ada Mike Ashley dan Alan Pardew biasanya ada anomali, dan situasi antara klub dan pemain Hatem Ben Arfa tumbuh semakin aneh.

Ben Arfa adalah pemain yang luar biasa berbakat dan bakatnya membuat dia menjadi favorit penggemar, tetapi ia jelas mencapai titik tak mungkin kembali membaik di klub itu saat ini.

Dia memenangkan permainan dan dia memiliki kemampuan untuk tidak hanya mengangkat kerumunan tim tetapi juga membangkitkan seluruh tim, namun Ben Arfa selalu melewati garis batas yang diizinkan bagi pemain sepertinya.

Ia pulang dari liburan di awal Juli lalu dengan kelebihan berat badan sebanyak 1,5 kilogram. Ini merupakan kali kedua ia melanggar batas kesepakatan berat badan setelah tahun lalu. Pelatih Alan Pardew lalu menjatuhkan hukuman yang cukup berat. Selain denda uang, juga pencabutan kaos No 10 yang dikenakannya. Kaos No 10 itu diberikan kepada Siem De Jong. Ia sendiri diberi kaos No 26.

Ben Arfa juga dilarang datang ke acara penandatangan bersama para gilabola Newcastle United, acara rutin tahunan sebelum musim baru dimulai. Ia menjadwalkan acara jumpa fans sendiri, meski kemudian dibatalkannya.

Meskipun hubungan mendingin, Ben Arfa masih berada di dalam klub dan tidak banyak usaha dilakukan untuk memindahkan dia.

Pemain Prancis itu memiliki kurang dari satu tahun tersisa di kontraknya, yakni sampai musim panas 2015. Klub bisa menjualnya sekarang untuk suatu nilai tertentu, atau menunggu hingga kontrak berakhir dan ia bisa pergi tanpa klub lain musti membayar ekstra uang untuk transfer.

Jika ia tinggal maka patut diduga ia akan dibikin menganggur oleh pelatih Alan Pardew. Mungkin bahkan tidak masuk daftar pemain yang dirilis untuk tiap laga. Namun jika dia tidak akan bermain selama setahun mendatang, maka untuk apa Newcastle mempertahankan kontraknya?

Ben Arfa diduga akan memilih menetap di Newcastle dan enggan untuk pergi. Koran The Newcastle Chronicle menduga bahwa Ben Arfa mungkin akan menunda keputusan yang berkaitan dengan masa depannya sampai dia mendapatkan perspektif yang lebih baik pada masa depan Alan Pardew, apakah tetap tinggal di St James Park atau disingkirkan.

Itu masuk akal karena jelas ada masalah pribadi antara mereka berdua, tetapi jendela transfer akan ditutup dalam waktu kurang dari 21 hari saja dan pemain ini juga bisa menemukan dirinya ditendang pada jendela transfer Januari 2015 nanti.

Apakah Ben Arfa puas untuk makan gaji buta tanpa benar-benar bermain? Ben Arfa sekarang berusia 27 tahun dan akan segera kehabisan tahun-tahun terbaiknya bermain sepakbola; untuk pemain yang pernah diprediksi meraih penghargaan Ballon d’Or, dia termasuk sangat santai dan tidak ngoyo hidupnya.

Ia adalah seorang  pemain yang besar dan, terlepas dari apa yang terjadi selama enam bulan terakhir, dia cukup berbakat untuk menarik minat dan uang kontrak besar dari sejumlah klub. Jika dia ingin pergi maka ia akan menemukan rumah lain, dan jika Newcastle ingin menjualnya, mereka tidak mengalami kesulitan menemukan pembeli.

Hatem Ben Arfa sekarang punya waktu 21 hari untuk lari dari siksaan klub, jika dia mau, sebelum jendela transfer ditutup awal September 2014.