Howard Webb Jadi Pengadil Kolombia vs Pantai Gading

  •   Masih ingat nama Howard Webb? Ya, wasit asal Inggris itu ditunjuk jadi pengadil untuk partai penting Kolombia vs Pantai Gading. Howard Webb adalah wasit yang memimpin final Piala Dunia 2010 antara Spanyol vs Belanda, yang berakhir 1-0 dengan perpanjangan waktu. Di tanah Inggris, nama wasit berusia 42 tahun itu kurang begitu sedap, dikritik sebagai berpihak […]

Internasional Liga Inggris Piala Dunia  - Howard Webb Jadi Pengadil Kolombia vs Pantai Gading

 

Masih ingat nama Howard Webb? Ya, wasit asal Inggris itu ditunjuk jadi pengadil untuk partai penting Kolombia vs Pantai Gading.

Howard Webb adalah wasit yang memimpin final Piala Dunia 2010 antara Spanyol vs Belanda, yang berakhir 1-0 dengan perpanjangan waktu.

Di tanah Inggris, nama wasit berusia 42 tahun itu kurang begitu sedap, dikritik sebagai berpihak pada nama-nama besar klub Premier League, salah satunya Manchester United, meski sebuah tulisan di The Telegraph membuktikan, tuduhan itu tidak benar. Webb adalah salah satu wasit terbaik di Inggris.

Menghadapi suhu panas dan kelembaban tinggi di tanah Brasil, Webb secara khusus melatih dirinya di ruangan khusus Sheffield Hallam University’s Faculty of Health and Wellbeing, berlari sprint 150 meter sebanyak 20 kali. Ruangan itu dirancang memiliki suhu 40 derajat Celcius dan kelembaban 80%, guna menyamakan kondisi dengan Estádio Nacional de Brasilia, Brasília, di mana ia memimpin nanti malam mulai pukul 23.00 WIB.

Siapa wasit yang berlelah-lelah ria melatih dirinya dengan suhu dan kelembaban seperti itu? FIFA  tidak mengeluarkan ketentuan atau keharusan untuk berlatih di bawah suhu seperti Brasil.

Di Inggris, memimpin satu laga bola akan menghabiskan 2.200 kalori. Di Brasil dengan situasi seperti itu, jumlah energi yang dihabiskan akan menanjak menjadi 3.000 kalori. Para ahli memperkirakan Howard Webb akan mengeluarkan 4,7 liter keringat dan 1 kg berat badan setiap kali memimpin satu laga.

Selama laga Kolombia vs Pantai Gading, Webb akan didampingi asisten Mike Mullarkey dan Darren Cann, yang juga menemaninya saat final Piala Dunia 2010.

Webb dikenal dengan pendekatan personal kepada para pemain saat melakukan teguran-teguran selama pertandingan, sesuatu yang disukai oleh FIFA.

Menurut penelitian The Telegraph, Webb tidak suka mendadak memberikan kartu merah atau penalti sehingga membalik situasi permainan. Maksudnya, penalti di 15 menit akhir pertandingan bisa mengubah keadaan atau membalik kemungkinan dari kalah menjadi menang, dan sebaliknya. rata-ratanya lebih baik daripada wasit Premier League lainnya.