Inggris Hendak “Hancurkan” Piala Dunia 2022 Qatar

11

Ini semacam “zero sum game”. Saya mati, kamu juga harus mati. Mirip pertarungan Koalisi Merah Putih vs Koalisi Indonesia Hebat sepanjang pemilu sampai pemilihan Ketua MPR tadi malam. Inggris kalah dari Qatar dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022. Itu luar biasa menyakitkan buat negeri kelahiran sepakbola tersebut. Apalagi di proses akhirnya, mereka sudah mengerahkan […]

Internasional Liga Inggris Piala Dunia  - Inggris Hendak "Hancurkan" Piala Dunia 2022 Qatar

Ini semacam “zero sum game”. Saya mati, kamu juga harus mati. Mirip pertarungan Koalisi Merah Putih vs Koalisi Indonesia Hebat sepanjang pemilu sampai pemilihan Ketua MPR tadi malam.

Inggris kalah dari Qatar dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022. Itu luar biasa menyakitkan buat negeri kelahiran sepakbola tersebut. Apalagi di proses akhirnya, mereka sudah mengerahkan Pangeran William. Betapa malunya pejabat FA Inggris ketika ternyata negara mungil di tengah gurun, Qatar, yang muncul sebagai pemenang.

Kemudian muncul tudingan suap dalam terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah. Salah satu koran Inggris adalah yang paling gigih memberitakan dugaan soal suap dari Qatar kepada para anggota komite eksekutif FIFA yang berasal dari seluruh dunia. Gencarnya laporan soal suap itu sudah memaksa FIFA untuk mengerahkan seorang penyidik, mantan jaksa dari Amerika, untuk melakukan penyelidikan internal di tubuh FIFA. Hasil laporannya sudah selesai, tapi tidak akan dipublikasikan ke publik.

Kini muncul serangan terbaru dari Inggris.

Mereka menginginkan agar Piala Dunia 2022 di Qatar itu dilakukan di musim panas. Alasannya, FIFA sudah memilih Qatar dan secara tradisional turnamen itu biasanya dilakukan di bulan Juni-Juli. Maka Inggris minta agar FIFA konsisten mengadakannya di waktu yang sama.

Penunjukan Qatar mendatangkan kritik keras dari seluruh dunia karena suhu di sana bisa mencapai 40 derajat Celcius pada musim panas. Tidak terbayangkan akibatnya untuk para pemain.

Tuan rumah sudah menjanjikan akan membangun stadion-stadion berpendingin udara, tapi ide ini disambut secara skeptis. Pertama, karena teknologinya belum tersedia. Kedua, energi raksasa yang dihabiskan untuk melakukan pendinginan stadion itu bertentangan dengan konsep penyelamatan lingkungan yang didengungkan akhir-akhir ini.

Saat ini ada ide lain, utamanya datang dari Presiden FIFA Sepp Blatter, agar Piala Dunia Qatar digeser ke bulan November-Desember 2022 yang lebih sejuk.

Namun penggeseran turnamen ke November-Desember akan mengakibatkan kekacauan di seluruh liga-liga Eropa, mulai dari satu tahun sebelum dan hingga satu tahun sesudahnya. Semua jadwal harus digeser ulang agar memberi tempat bagi 30 hari turnamen dunia itu.

Inilah kartu yang kini dimainkan Inggris. FA Inggris akan menggalang kampanye penolakan bersama liga-liga Eropa lainnya. Mereka menginginkan jadwal liga-liga domestik tetap seperti semula, Juni-Juli 2022.

Dengan kampanye ini diharapkan Piala Dunia 2022 akan “hancur” dalam artian permainan dilangsungkan di bawah pendinginan stadion yang tidak sempurna. Akan datang keluhan dan kritik luar biasa dari seluruh dunia. Dan pada akhirnya akan mempermalukan FIFA.

Bos Premier League sendiri, Richard Scudamore, menilai Qatar memiliki ilusi yang kurang tepat soal bagaimana turnamen sebesar itu hendak diadakan di negara sekecil Qatar, dengan 8-9 stadion baru dan puluhan ribu kamar hotel baru yang harus disiapkan.