Ingin Seks Membaik? Jadilah Fans Tim Sepakbola Yang Sering Menang

  • Mungkin ada baiknya membiarkan suami-suami menonton laga sepakbola pujaannya, daripada memaksanya untuk menonton drama penuh tangisan di sinetron Korea seperti yang banyak wanita inginkan. Para ahli meneliti hubungan antara menonton tim sepakbola dan tingkat hormon testoteron dalam tubuh. Riset membuktikan, menonton pertandingan olahraga di mana tim pujaan si lelaki menang, ternyata menaikkan secara dahsyat kadar hormon testosteron […]

Internasional Piala Dunia  - Ingin Seks Membaik? Jadilah Fans Tim Sepakbola Yang Sering Menang
Mungkin ada baiknya membiarkan suami-suami menonton laga sepakbola pujaannya, daripada memaksanya untuk menonton drama penuh tangisan di sinetron Korea seperti yang banyak wanita inginkan.

Para ahli meneliti hubungan antara menonton tim sepakbola dan tingkat hormon testoteron dalam tubuh. Riset membuktikan, menonton pertandingan olahraga di mana tim pujaan si lelaki menang, ternyata menaikkan secara dahsyat kadar hormon testosteron dalam tubuh. Hormon inilah dalam tubuh laki-laki yang bertanggung jawab untuk hasrat seksual. Dan juga keinginan berkelahi, sih.

Jadi, jika ingin kehidupan seks kamu membaik, jadilah fans dari tim sepakbola yang sering menang. Jangan memilih klub yang sering kalah dan menghuni papan tengah atau papan bawah klasemen karena akan membahayakan kehidupan seks kamu. Begitulah nasihat dari para peneliti masalah ini.

Menonton sepakbola bisa baik untuk kehidupan seks seorang pria, khususnya yang berakhir dengan kemenangan timnya. Tingkat testosteron, hormon seks laki-laki yang berhubungan dengan kejantanan dan agresifitas, meningkat lebih dari 25 persen pada pria yang menonton kemenangan klub favoritnya. Berita sedihnya, pria di pihak yang kalah mengalami penurunan testosteron dengan kadar kurang lebih sama, 25%.

Hasil penelitian ini memicu perdebatan mengenai apakah peningkatan kadar testosteron pada penggemar sepakbola meningkatkan kecenderungan mereka untuk agresif dan menaikkan gairah seksual pasca-pertandingan.

Para ilmuwan dari Georgia State University Amerika melakukan penelitian pada dua kelompok laki-laki sementara mereka menonton sebuah final Piala Dunia. Mereka mengambil sampel air liur sebelum dan sesudah pertandingan, yang kemudian dianalisis untuk menemukan kadar testosteron dalam tubuh.

Laga final yang dijadikan bahan percobaan adalah Piala Dunia 1994 antara Brasil vs Italia, yang dimenangkan tim Samba dengan adu penalti.

Riset menemukan bahwa kadar testosteron rata-rata gilabola Brasil meningkat sebesar 27,6 persen, dibandingkan dengan 26,7 persen penurunan yang diderita pria-pria pendukung tim Italia.

“Testosteron, dan perasaan penuh kuasa yang terkait dengan hormon itu, meningkat pesat selagi para subyek terpapar dengan kemenangan, dan (sebaliknya) merosot tajam saat wakli mereka mengalami kekalahan,” Julie Fielden dan Candice Lutter, dua psikolog yang melakukan percobaan itu, mengatakan dalam laporannya.

Para peneliti mengamati perbedaan yang jelas dalam perilaku kedua kelompok gilabola itu setelah pertandingan berakhir. “Beberapa gilabola Brasil ditangkap polisi karena perayaan secara liar di jalan-jalan. Sementara orang-orang Italia tampak tertekan dan apatis. Mereka kecewa oleh kekalahan itu dan beberapa sampai harus dikejar sampai ke tempat parkir oleh para peneliti untuk mengumpulkan sampel pasca-pertandingan.”

Nasihat untuk para wanita, belikan suamimu televisi sendiri dan biarkan ia menonton klub sepakbola pujaannya. Daripada ia mengecewakan di atas tempat tidur. Ibu-ibu baru boleh cerewet kalau klub bolanya lebih sering draw dan kalah daripada menang karena itu akan melemahkan hasrat seksual mereka.