Ini Kesepakatan Rahasia Der Mannschaft Saat Turun Minum

  Apakah benar rumor bahwa ada kesepakatan rahasia di antara para pemain Der Mannschaft saat turun minum di laga semifinal Brasil vs Jerman hari Rabu pagi WIB lalu? “Ya, benar,” kata salah satu pemain, Mats Hummels. Di antara pemain Jerman memang terjadi semacam kesepakatan bahwa mereka tidak mau dan tidak perlu mempermalukan tuan rumah lebih jauh lagi […]

BsDk2tKCUAI1n34

 

Apakah benar rumor bahwa ada kesepakatan rahasia di antara para pemain Der Mannschaft saat turun minum di laga semifinal Brasil vs Jerman hari Rabu pagi WIB lalu? “Ya, benar,” kata salah satu pemain, Mats Hummels.

Di antara pemain Jerman memang terjadi semacam kesepakatan bahwa mereka tidak mau dan tidak perlu mempermalukan tuan rumah lebih jauh lagi dari skor 0-5 yang sudah terjadi di babak pertama, dan bahwa mereka akan main lebih santai lagi di babak kedua, dan fokus pada pertandingan agar skor jangan sampai berbalik.

Entah tidak ikut dengar, atau punya hasrat lain, pemain pengganti André Schürrle menjebol dua kali lagi gawang Julio Cesar di babak kedua, menjadikan skor akhir 1-7, setelah ada satu gol hiburan tuan rumah di menit-menit akhir.

Mats Hummels dan rekan satu tim setuju pada akhir babak pertama untuk meringanan beban negara tuan rumah yang terkepung serangan-serangan mereka, setelah mereka berhasil mencapai skor 0-5, bahkan sebelum waktu 30 menit pertama usai.

“Kami hanya membuat jelas bahwa kami harus tetap fokus dan tidak mencoba untuk mempermalukan mereka,” kata bek Borrusia Dortmund itu, menurut The Daily Mail.

“Anda harus menunjukkan rasa hormat kepada lawan dan itu sangat penting bahwa kita melakukan (penghormatan) ini dan tidak mencoba untuk pamer beberapa jenis sulap atau bermain-main seperti itu.”

Meskipun Jerman mendominasi, tapi Hummels dengan rendah hati menyebutnya sebagai, “Sedikit keberuntungan.”

“Kami tahu kami adalah salah satu tim terbaik di dunia tetapi Anda selalu membutuhkan sedikit keberuntungan dan bagi kami itu adalah hari yang baik.”

Bek tengah Borussia Dortmund itu diganti di 45 menit terakhir melawan Brasil sebagai langkah pencegahan, karena kemungkinan cedera tendonitis di lututnya. Dia diragukan turun untuk laga final Senin dinihari WIB nanti melawan Argentina, yang berpotensi menjadi pukulan besar bagi pertahanan Jerman.

Untuk masalah penyerangan, Jerman merasa lebih baik dari sebelumnya, terutama setelah mengukir tujuh gol mereka di babak semifinal, termasuk empat gol dalam rentang enam menit.

“Kita harus menikmati apa yang terjadi, tetapi jika kita kalah di final, semifinal (tujuh gol) ini tidak akan berarti apa-apa.”

Respek untuk sikap menghormati tuan rumah, dan tidak mencoba mempermalukan mereka lebih jauh lagi. Angkat topi!

Sepakbola.cc