Inilah Daftar Peserta Jika Piala Dunia 2018 Diboikot Tim-tim Eropa

Di tengah ketegangan internasional atas konflik di Ukraina, suara di Barat menyerukan agar Rusia dicabut haknya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Sementara hal ini secara realistis sangat tidak mungkin, boikot dari sebuah turnamen bola oleh negara-negara Eropa pasti akan menjadi kabar baik bagi beberapa tim lain, yang mungkin memiliki kesempatan yang lebih baik untuk membawa pulang […]

Internasional Piala Dunia  - Inilah Daftar Peserta Jika Piala Dunia 2018 Diboikot Tim-tim Eropa

Di tengah ketegangan internasional atas konflik di Ukraina, suara di Barat menyerukan agar Rusia dicabut haknya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Sementara hal ini secara realistis sangat tidak mungkin, boikot dari sebuah turnamen bola oleh negara-negara Eropa pasti akan menjadi kabar baik bagi beberapa tim lain, yang mungkin memiliki kesempatan yang lebih baik untuk membawa pulang piala.

Politisi Jerman mengatakan awal pekan ini bahwa FIFA harus mempertimbangkan kembali Rusia sebagai tuan rumah turnamen berikutnya. Asosiasi sepak bola Belanda, sebuah negara yang kehilangan 193 warganya ketika Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh di atas Ukraina pekan lalu, mengatakan diskusi tentang hak tuan rumah Rusia akan dibuka “kemudian, setelah penyelidikan bencana usai.”

Seruan boikot sudah menjadi kebiasaan ketika Rusia menjadi tuan rumah acara olahraga besar internasional, seperti yang terjadi untuk Olimpiade Sochi pada bulan Februari.

Tapi boikot Piala Dunia hampir tidak pernah terdengar, kecuali Uruguay memboikot Italia pada Piala Dunia 1934, marah pada ketidakhadiran tim-tim Eropa ketika Uruguay menjadi tuan rumah turnamen sebelumnya. Kebiasaan itu berlanjut empat tahun kemudian, ketika Uruguay dan Argentina menolak untuk bermain di Prancis karena mereka marah bahwa acara tersebut dua kali berturut-turut akan diselenggarakan di Eropa, bukan di Amerika Selatan.

“Jika lebih banyak sanksi yang dikenakan terhadap Rusia, jika hubungan dengan Barat tidak membaik, maka hal terburuk yang bisa terjadi adalah bahwa turnamen ini akan dipindahkan ke negara lain,” kata Dmitry Navosha, editor-in-chief dari Sports.ru, sebuah situs berita olahraga terkemuka Rusia. “Jika keadaan kembali tenang, saya pikir semuanya akan baik-baik dengan Rusia sebagai tuan rumah.”

Rusia masih memiliki banyak waktu untuk menebus dirinya sendiri di mata Eropa dan Amerika Utara. Tapi jika boikot akhirnya berlangsung, seperti apakah turnamen ini jadinya? Tentu saja ada beberapa skuad yang akan mendapat manfaat dari Piala Dunia tanpa negara-negara Eropa.

Argentina
Runner-up Piala Dunia tahun ini tentu akan datang ke Rusia. Awal bulan ini, Presiden Vladimir Putin bertemu mitranya dari Argentina Cristina Fernandez de Kirchner di Buenos Aires ketika kedua negara menandatangani perjanjian kerjasama energi nuklir. Para pemimpin menunjukkan persahabatan mereka lebih jauh ketika mengumumkan bahwa layanan berbahasa Spanyol dari RT, jaringan televisi Rusia milik negara, akan disiarkan di Argentina secara 24/7. Pada bulan Maret, de Kirchner mendukung secara terbuka Putin atas aneksasi Rusia terhadap semenanjung Krimea, mengecam standar ganda dalam kebijakan luar negeri negara-negara Barat.

Turnamen 2018 akan menjadi kesempatan bagi Argentina untuk menebus diri mereka setelah kalah terhadap Jerman di 2014. Der Mannschaft yang perkasa, dalam skenario boikot ini, tidak akan datang ke Rusia.

Brasil
Meskipun pejabat Rusia telah berjanji bahwa Piala Dunia negara mereka akan melampaui kemeriahan Brasil, mereka tampaknya tidak tersinggung. Sebagai sesama negara BRICS, Rusia dan Brasil mendorong hubungan lebih jauh yang hangat. Kunjungan resmi  Putin baru-baru ini ke negara itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama ekonomi di berbagai sektor. Brasil akan menginspirasi persiapan Rusia untuk Piala Dunia 2018, dan pengalaman Sochi Rusia akan berfungsi sebagai model untuk Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro.

Tanpa regu Jerman dan Belanda berdiri menghalangi, dan jika skuad Brasil dapat memperbaiki pertahanan mereka dalam empat tahun ke depan, timnas mereka bisa menjadi pesaing untuk hadiah utama sepakbola.

Aljazair
Rusia tersingkir dari turnamen tahun ini terlalu awal, sementara anggota grup yang lain, Aljazair, melaju ke babak 16 Besar, di mana mereka dieliminasi oleh Jerman, sang juara. Pelatih Rusia Fabio Capello menyalahkan keluar awalnya Rusia dari turnamen pada penggemar Aljazair yang mengarahkan laser pointer ke mata kiper Igor Akinfeyev sebelum gol penyama terjadi. Tapi tidak ada hubungan buruk antara keduanya.

Uni Soviet memberikan bantuan militer dan teknis ke Aljazair selama perang kemerdekaan 1954-1962, dan kedua negara telah memperluas hubungan perdagangan mereka selama beberapa tahun terakhir. Tidak ada alasan Aljazair akan memboikot Rusia.

Tiongkok
Skuad Tiongkok saat ini menempati urutan 94 di peringkat dunia FIFA. Tetapi jika 36 tim Eropa di atas ranking 94 itu tidak ikut serta, tim Panda akan menjadi pesaing serius untuk menjadi peserta turnamen Rusia.

China tidak diragukan lagi akan dengan gembira bermain di kandang Rusia pada sebuah turnamen yang diselenggarakan oleh mitra BRICS-nya. Dan dengan penandatanganan kesepakatan 20 tahun senilai Rp 231 Trilyun dengan Gazprom Rusia Mei lalu, timnas Tiongkok tidak akan kehabisan uang untuk bisa datang berkunjung.

Korea Utara
Korea Utara telah membuat dua kali penampilan di Piala Dunia dalam sejarah mereka, terakhir pada tahun 2010.

Selagi permusuhan Barat dengan Rusia, Moskow telah menjalin kerjasama dengan Pyongyang. Korea Utara adalah salah satu dari 11 negara yang memilih menentang rancangan resolusi PBB soal integritas wilayah Ukraina. Dan pada bulan April, Duma Negara sepakat untuk menghapus hampir Rp 115 Trilyun utang Korea Utara dari era Soviet dulu. Sisa utang Korea Utara sebesar Rp 12,6 Trilyun akan dikelola oleh bank pembangunan negara Rusia, Vneshekonombank.

Kim Jong-un tidak akan diragukan lagi akan sangat senang pada prospek kualifikasi untuk turnamen Rusia tanpa campur tangan tim-tim Eropa.