Inilah Hukuman Terhadap Dua Tim Nasional Yang Berkelahi Massal

Serbia tengah menghadapi ancaman hukuman melakukan pertandingan tanpa penonton setelah UEFA menegaskan mereka dan Albania akan dikenakan sanksi atas kejadian perkelahian massal memalukan yang memaksa dibatalkannya satu laga kualifikasi Euro 2016 mereka. Badan sepakbola Eropa itu menegaskan telah menerima laporan tentang kerusuhan Rabu dinihari WIB itu dari wasit Premier League Martin Atkinson, petugas delegasi pertandingan, pengamat dan keamanan, dan telah […]

Internasional Piala Eropa  - Inilah Hukuman Terhadap Dua Tim Nasional Yang Berkelahi Massal

Serbia tengah menghadapi ancaman hukuman melakukan pertandingan tanpa penonton setelah UEFA menegaskan mereka dan Albania akan dikenakan sanksi atas kejadian perkelahian massal memalukan yang memaksa dibatalkannya satu laga kualifikasi Euro 2016 mereka.

Badan sepakbola Eropa itu menegaskan telah menerima laporan tentang kerusuhan Rabu dinihari WIB itu dari wasit Premier League Martin Atkinson, petugas delegasi pertandingan, pengamat dan keamanan, dan telah meneruskannya ke komite disiplin UEFA.

Kasus itu siap untuk dibuka melawan kedua tim untuk kasus kekerasan bermotif politik yang meletus ketika sebuah drone, atau pesawat tak berawak yang dikendalikan radio, mengibarkan bendera ‘Albania Raya’ di atas lapangan.

Serbia memiliki sejarah ketidakmampuan mengendalikan penonton.

Sanksi terbaru ini dapat menyebabkan mereka memainkan lebih dari satu pertandingan kandang di balik pintu tertutup, dimulai dengan laga grup bulan depan vs Denmark.

Sementara itu tim nasional Albania yang menolak melanjutkan pertandingan sesudah kerusuhan usai kemungkinan akan memperoleh hukuman denda besar.

Seperti disebut oleh Telegraph Sport, maka kemungkinan besar laga Serbia vs Albania itu tidak akan diulang. UEFA akan menentukan skor hasil resmi pertandingan.

Laga selanjutnya antara keduanya akan berlangsung tahun depan, dan kemungkinan besar berlangsung di tempat netral, bukan di stadion Elbasan, 40km jauhnya dari ibukota Tirana.

Sebuah keputusan tentang sanksi terhadap kedua negara akan diambil paling lambat Kamis pekan depan, dengan masing-masing diberi waktu tujuh hari untuk menanggapi tuduhan yang diajukan.

Albania juga bisa saja mendapatkan sanksi tambahan jika terbukti bahwa saudara perdana menteri negara itu adalah orang yang mengendalikan drone tersebut, seperti yang diklaim oleh Kementerian Dalam Negeri Serbia.

Olsi Rama sudah membantah tudingan itu, atau bahwa ia telah ditangkap atas insiden itu, mengklaim ia hanya menjadi sasaran penggeledahan singkat.

Hubungan antara Serbia dan Albania rapuh gara-gara Kosovo, sebuah mantan provinsi otonomi di  bawah Serbia, yang menyatakan kemerdekaan beberapa tahun silam.

Ironisnya, kekerasan yang meletus Rabu dinihari itu hanya berselang beberapa hari sebelum kunjungan resmi Edi Rama sebagai  presiden Albania pertama yang tercatat pernah datang ke Serbia dalam 68 tahun terakhir.