Isi Kicauan Joey Barton vs Yossy Benayoun Soal Palestina

Yossi Benayoun dan Joey Barton berperang di Twitter soal krisis yang terjadi di Jalur Gaza. Benayoun menyebut Joey Barton ‘bodoh’ dan ‘memalukan’ dalam menanggapi tweet yang ia buat tentang krisis Timur Tengah. Keduanya pernah bermain bersama selama masa pinjaman di musim lalu di Queens Park Rangers. Kapten Maccabi Haifa itu baru saja merasakan aroma permusuhan gilabola di persahabatan […]

Internasional Liga Inggris  - Isi Kicauan Joey Barton vs Yossy Benayoun Soal Palestina

Yossi Benayoun dan Joey Barton berperang di Twitter soal krisis yang terjadi di Jalur Gaza. Benayoun menyebut Joey Barton ‘bodoh’ dan ‘memalukan’ dalam menanggapi tweet yang ia buat tentang krisis Timur Tengah. Keduanya pernah bermain bersama selama masa pinjaman di musim lalu di Queens Park Rangers.

Kapten Maccabi Haifa itu baru saja merasakan aroma permusuhan gilabola di persahabatan melawan Lille di Austria awal pekan ini. Laga dihentikan setelah para pengunjuk rasa pro-Palestina menyerbu lapangan, menyerang para pemain Israel. 

Israel saat ini terlibat pertikaian dengan Hamas, yang menguasai Jalur Gaza.

Internasional Liga Inggris  - Isi Kicauan Joey Barton vs Yossy Benayoun Soal Palestina‘Jika ini adalah pihak-pihak lain selain Israel, maka Barat akan campur tangan,” kata Barton di salah satu tweetnya, Jumat pagi lalu.
“Ini tidak dapat diteruskan. Anak-anak yang tak berdosa dibantai. Ini harus dihentikan.”
“PBB mencoba untuk mengevakuasi sebuah sekolah ketika pemboman sedang berlangsung. Mereka minta waktu untuk mengungsi kepada IDF (Pasukan Pertahanan Israel). Tidak diberikan. Sebagai akibatnya anak-anak itu meninggal.”
“Ini bukan perang. (Anak-anak) Ini bukan pasukan perang. Mereka adalah anak-anak yang tidak bersalah. Ini adalah pembasmian etnis.”

Benayoun, yang lahir di Israel dan memiliki hampir 100 caps untuk tim nasional, merespons kata-kata kasar Barton terhadap tindakan Israel di Gaza dengan mengatakan: “Sobat, ada hal-hal yang tidak pernah berubah. Anda itu bodoh dan akan selamanya tetap bodoh. Sungguh memalukan.”

Barton menjawab: “Pertama, Anda tidak dapat menyebut seseorang bodoh dengan tata bahasa yang buruk seperti itu.”

“Kedua, Anda tidak dapat dan seharusnya tidak membunuh anak-anak yang tak berdosa.”

“Ketiga, Anda tidak dapat memindahkan orang-orang dari tanah air mereka hanya karena sebuah buku fiksi dari ribuan tahun lalu memberitahu begitu. Last but not least, saya berharap Anda dan keluarga Anda aman dan baik-baik saja, dan tetap demikian sepanjang waktu yang mengerikan ini.”

Pemain Queens Park Rangers yang dikenal bersumbu pendek itu, seperti dikutip The Dailymail, kemudian melanjutkan dengan kicau filosofis yang bernada skeptis: “Apakah Tuhan berkehendak mencegah kejahatan, tetapi Ia tidak mampu? Itu berarti Dia tidak berkuasa. Apakah dia mampu, tapi tidak mau? Itu artinya Dia jahat. Apakah dia mau dan mampu? Kemudian dari manakah kejahatan datang? Apakah ia tidak mampu dan tidak bersedia? Lalu mengapa kita memanggilnya Tuhan?”

Pada hari Rabu lalu, ketika klub Prancis Lille tengah unggul 2-0, pendukung pro-Palestina asal Turki memasuki lapangan dan menyerang pemain-pemain Maccabi Hafia, termasuk Benayoun, mantan pemain West Ham, Chelsea, Liverpool dan Arsenal. Cek videonya di sini.

Salah satu pemain terlihat menjatuhkan seorang gilabola sebelum baku pukul terjadi. Pemain-pemain Maccabi, beberapa di antaranya membalas pukulan itu, berhasil meninggalkan lapangan tanpa terluka.

Mengomentari insiden tersebut, Benayoun, 34 tahun, berkata: “Sebagai sebuah klub sepak bola kami mengutuk semua tindakan kekerasan verbal dan fisik.”

“Kemarin (Rabu) di menit-menit akhir pertandingan kami diserang oleh preman-preman di lapangan hanya karena kami warga Israel. Kami tidak punya pilihan selain untuk membela diri.”

Dia melanjutkan, “Para pemain yang lebih tua melihatnya sebagai tugas kami untuk membela para pemain muda dan kami meminta mereka untuk tidak terlibat dalam perkelahian. Sebagai sebuah tim kami adalah satu unit yang membela satu sama lain for better or worse. Kami meminta gilabola setia kami untuk tidak menghakimi salah satu dari kami atas insiden yang luar biasa ini.”