“Jagal Dari Bilbao” Mungkin Pemain Terkejam Dalam Sejarah Bola

  • Anda tidak akan mendapatkan julukan “Jagal dari Bilbao” begitu saja. Andoni Goikoetxea menghabiskansebagian besar karirnya untuk Athletic Bilbao, memenangkan dua gelar liga dan mendapatkan lebih dari 30 caps untuk tim nasional Spanyol. Namanya sangat terkenal karena pemain lawan tidak pernah aman di sekitar Goikoetxea. Beberapa pemain kehilangan sejumlah game selama bertahun-tahun, bahkan ada satu-dua pemain yang harus berakhir […]

Gelandang Arsenal Granit Xhaka mengaku akan terus bermain agresif meskipun ada kekhawatiran atas rekor kedisiplinannya.

Internasional Liga Spanyol  - "Jagal Dari Bilbao" Mungkin Pemain Terkejam Dalam Sejarah Bola

Anda tidak akan mendapatkan julukan “Jagal dari Bilbao” begitu saja. Andoni Goikoetxea menghabiskansebagian besar karirnya untuk Athletic Bilbao, memenangkan dua gelar liga dan mendapatkan lebih dari 30 caps untuk tim nasional Spanyol.

Namanya sangat terkenal karena pemain lawan tidak pernah aman di sekitar Goikoetxea. Beberapa pemain kehilangan sejumlah game selama bertahun-tahun, bahkan ada satu-dua pemain yang harus berakhir karir sepakbolanya.

Salah satu legenda bola, Diego Maradona, pun pernah merasakan jahatnya kaki si Goikoetxea ini selama hari-harinya di Barcelona, dalam sebuah laga liga melawan Athletic Bilbao pada September 1983. Goikoetxea melukai Maradona setelah dengan sengaja menekelnya dari belakang dengan dua kaki, jenis pelanggaran yang jika dilakukan hari ini akan berbuah kartu merah.

Maestro Argentina itu ditandu keluar lapangan dengan ekspresi kesakitan, yang kemudian diketahui sebagai patah pergelangan kaki. Menambah citra kejamnya, Goikoetxea menyimpan sepatu yang dikenakannya hari itu dan membual di berbagai pesta-pesta sebagai “sepatu yang ia digunakan untuk menghancurkan pergelangan kaki Maradona”.

Apakah cerita ini benar, tidak ada yang tahu. Tapi yang jelas hal itu menambah kadar misteri dari mitos “Jagal dari Bilbao” itu.

Video tekelnya terhadap Maradona, cek di bawah ini. Ada sebuah video lain perkelahian massal Barcelona vs Atletico Bilbao terdapat di bagian bawah artikel ini.

Goikoetxea sebenarnya sudah memulai perang satu orang melawan tim Catalan itu dua tahun sebelum insiden Maradona terjadi, yakni ketika ia mematahkan kaki pemain Barca lainnya, pemain asal Jerman Berndt Schuster.

Si Jagal lahir dan main bola di zaman ketika sepakbola kurang banyak diatur di lapangan dan aksi tekel dipuji-puji oleh suporter, sejauh itu dilakukan oleh pemain sendiri.

Lahir Mei 1956 di Alsonopegi, sebuah kota kecil di provinsi Basque Biscay, Goikoetxea muda memulai karir bolanya di tim junior setempat, Arbuyo. Setelah datang perhatian dari Athletic Club kala usia remaja, si pemain akhirnya pindah ke Bilbao ketika dia berusia 17 tahun dan akhirnya menetap di klub terkenal itu.

Meskipun memiliki karir bermain yang mengesankan namun, tampaknya Andoni Goikoetxea akan selamanya dikenang karena aksi-aksi tekelnya, atau lebih khusus “Jagal dari Bilbao”, julukan yang sebenarnya tidak adil karena pemain ini pernah memenangkan juara La Liga dan mencetak gol di Piala Dunia.

Setahun kemudian, saat kedua tim kembali bertemu dengan Maradona sudah pulih seperti sedia kala, sebuah perkelahian massal yang terkenal meletus pada akhir pertandingan. Benar-benar sebuah perkelahian dengan tendangan, lompatan, pukulan. Persis tawuran massal. Lihat juga betapa buasnya Maradona berkelahi. Ia mengenakan jersey No 10. Seakan-akan hendak membalaskan dendamnya setahun silam.

Lihat sendiri videonya: