Jelang Big Match Manajer Chelsea Kecam Man City

  • Manajer Chelsea Jose Mourinho yakin klub-klub yang melanggar aturan Financial Fair Play akan berpikir lagi jika hukumannya itu dalam bentuk pengurangan poin atau ditolak masuk ke Liga Champions. Sembilan klub, termasuk Manchester City yang menjadi lawan Chelsea di akhir pekan, dihukum oleh UEFA tahun ini untuk pelanggaran FFP. Man City didenda dan dibatasi jumlah skuad Liga Champions-nya menjadi […]

Internasional Liga Inggris  - Jelang Big Match Manajer Chelsea Kecam Man City
Manajer Chelsea Jose Mourinho yakin klub-klub yang melanggar aturan Financial Fair Play akan berpikir lagi jika hukumannya itu dalam bentuk pengurangan poin atau ditolak masuk ke Liga Champions.

Sembilan klub, termasuk Manchester City yang menjadi lawan Chelsea di akhir pekan, dihukum oleh UEFA tahun ini untuk pelanggaran FFP. Man City didenda dan dibatasi jumlah skuad Liga Champions-nya menjadi hanya 21 pemain musim ini.

Sebenarnya Mourinho berbicara tanpa menyebut nama tim mana pun. Tapi jika sasaran kritiknya adalah Liga Inggris –dan keprihatinannya adalah di liga ini– maka semua orang tahu yang dimaksud adalah Manchester City.

Dalam sebuah wawancara dengan TVI Portugal dan website Maisfutebol, Mourinho mengatakan, semua tim tahu bahwa hukuman dari pelanggaran FFP adalah denda uang.

“Sekarang, apakah denda itu adil? Saya kira tidak. Saya pikir apa yang adil adalah untuk mengambil (sejumlah) poin dan menghapus trofi. Jika Anda memiliki modal besar maka Anda mungkin mengatasi masalah FFP, jika setelah Anda memenangkan gelar Anda dihukum secara finansial , terus dan terus.”

“Jika Anda mengambil satu atau dua pemain dari skuad Liga Champions? Anda pergi dari memiliki 24 sampai akhirnya tersisa 22 (pemain). Namun, jika Anda mengatakan bahwa Anda akan memulai musim depan dengan dikurangi enam poin, atau Anda tidak bisa bermain di Liga Champions, dan Anda akan ke Liga Europa sebagai gantinya, nah itu lebih rumit.”

Dia menambahkan: “Kenyataannya adalah bahwa orang-orang yang mendapatkan manfaat besar adalah tim yang paling kuat secara ekonomi dengan sejarah terpanjang dan penggemar terbanyak.”

“Orang-orang berbicara tentang pemasaran dan departemen komersial tetapi ini semua adalah tentang sejarah. Sebuah departemen pemasaran tidak akan membuat (uang) jutaan tanpa sejarah. Real Madrid sangat kuat dalam aspek itu karena memiliki sejarah yang unik dan penggemar di seluruh dunia.”

“Tim-tim seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern, dan Manchester United, secara historis berbeda dari yang lain, akan menjadi pihak yang paling beruntung.”

“Pemilik baru, yang ingin klub tumbuh dengan cepat, sehingga tim bisa bersaing dengan mereka, tidak bisa melakukannya. Dalam bentuknya yang sekarang, Financial Fair Play ternyata sedikit membingungkan.”

“Dari pengalaman pribadi, saya ingin bekerja di sebuah klub yang memiliki FFP lebih dari sekedar kewajiban hukum, tetapi juga sebagai situasi kebanggaan diri. Kita harus membeli untuk menjual.”

Financial Fair Play pada dasarnya adalah cara UEFA mengontrol agar klub tidak bangkrut gara-gara membelanjakan terlalu banyak uang saat transfer pemain masuk dan menggaji secara besar-besaran.

Secara teknis, aturan ini membatasi kerugian (pemasukan dikurangi belanja) klub sampai Rp 687 Milyar saja dalam musim 2011/12 dan 2012/13, lalu diperkecil sampai Rp 481 Milyar di musim 2013/14 sampai 2015/16. Angka kerugian akan dibuat semakin kecil di musim-musim berikutnya.

Manchester United yang sudah sering menjadi juara liga akan mendapati posisinya sebagai lebih sering dan lebih banyak sebagai penjual dibandingkan Chelsea yang baru belakangan memperoleh investor baru dalam diri milyuner Rusia, Roman Abramovich pada tahun 2003.

Untuk mendongkrak prestasi klub sesegera mungkin, Chelsea perlu belanja pemain lebih banyak dibandingkan Manchester United.

Untuk itu Jose Mourinho menuding, FFP telah telah memberikan saingannya di Premier league, Manchester United, suatu keuntungan yang tidak adil di bursa transfer.

Klub London barat itu kini harus mengendalikan proses belanja besar-besaran mereka pada dekade terakhir guna mematuhi aturan dan menghindari hukuman dari UEFA .

Sejauh ini Chelsea sudah melepaskan 25 orang dari skuad Premier League mereka.