Jerman Selalu Menang Piala Dunia Bersamaan Peristiwa Besar

Sudah tiga kali Jerman menang Piala Dunia, tiga-tiganya bersamaan dengan peristiwa besar, baik politik maupun ekonomi. Jika melihat tanda-tanda krisis ekonomi Eropa akan segera berakhir dengan Jerman sebagai motor penggerak utama, apakah itu pertanda Der Panzer bakal memenangkan final dinihari WIB nanti? Apakah malam ini sekali lagi akan menandai persimpangan misterius antara sepakbola dan politik Jerman? […]

Internasional Liga Jerman Piala Dunia  - Jerman Selalu Menang Piala Dunia Bersamaan Peristiwa Besar
Sudah tiga kali Jerman menang Piala Dunia, tiga-tiganya bersamaan dengan peristiwa besar, baik politik maupun ekonomi.

Jika melihat tanda-tanda krisis ekonomi Eropa akan segera berakhir dengan Jerman sebagai motor penggerak utama, apakah itu pertanda Der Panzer bakal memenangkan final dinihari WIB nanti?

Apakah malam ini sekali lagi akan menandai persimpangan misterius antara sepakbola dan politik Jerman?

Ekonomi terbesar Eropa itu telah memenangkan Piala Dunia tiga kali, setiap kali pada masa perubahan politik dan ekonomi yang sangat besar bagi negara. Jadi sepertinya sepenuhnya tepat bahwa Kanselir Angela Merkel, fans No 1 Der Panzer, akan berada di tribun di Stadion Maracana di Rio de Janeiro.

Kemenangan melawan Argentina akan meningkatkan rasa kebanggaan nasional di antara rakyat Jerman. Banyak dari mereka masih enggan secara terbuka menampilkan patriotisme 70 tahun berselang setelah berakhirnya Perang Dunia II, usaha untuk menutup bab tergelap dalam sejarah Jerman.

Jerman memenangkan Piala Dunia pertama pada tahun 1954 sebagai bangsa yang masih berjuang untuk mengatasi penghinaan Nazisme dan kehancuran yang disebabkan oleh enam tahun perang.

Seperti menggarisbawahi pentingnya Piala Dunia untuk Jerman, kemenangan pertama tahun 1954 itu membantunya memulihkan kedudukan internasional dan untuk mengukir identitas nasional baru, serta membuka jalan bagi keajaiban ekonomi yang mendorong pembangunan pasca-perang di negara itu.

Dua puluh tahun kemudian, tahun 1974, Jerman kembali meraih kemenangan Piala Dunia di tengah meningkatnya kekuatan ekonomi global.

Kemenangan ketiga Piala Dunia Jerman terjadi pada tahun 1990, yakni ketika terjadi peristiwa penting besar dalam sejarah. Kemenangan 1-0 di final atas Argentina di Roma terjadi kurang dari setahun setelah Tembok Berlin diruntuhkan dan sebagai suatu bangsa siap untuk mengakhiri keterpecahan Perang Dingin melalui penyatuan dengan mantan Jerman Timur yang komunis.

Sekarang, apa yang disebut ‘generasi emas’ pemain Jerman seperti Toni Kroos, Manuel Neuer, Sami Khedira dan Andre Schuerrle sedang berjuang melawan legenda Argentina seperti Lionel Messi, Gonzalo Higuain dan Sergio Aguero. Mereka berjuang bukan hanya untuk Piala Dunia tetapi juga untuk tempat di antara legenda sepak bola Jerman.

“Final akan sangat sulit,” kata bek Jerman Mats Hummels. “Tidak boleh ada yang  berpikir bahwa ini akan semudah melawan Brasil.”

Tapi manajer Jerman Joachim Loew telah dipuji karena membangun sebuah tim yang tidak bergantung pada satu-dua bintang saja dan tim yang memiliki rasa kebersamaan yang kuat. “Kami adalah sebuah unit,” kata striker Miroslav Klose.

Namun, olahraga tetap menjadi salah satu bidang di mana orang-orang Jerman merasa bisa mengekspresikan kebanggaan nasional, termasuk mengibarkan bendera negara mereka, tanpa harus dihantui masa lalu.

Contohnya adalah Piala Dunia 2006, saat Jerman menjadi tuan rumah. Orang-orang Jerman tampak bahagia bergabung dengan gilabola dari negara lain, menghiasi mobil dan rumah mereka dengan bendera serta memakai cat wajah dalam warna nasional hitam, merah dan emas.

Gilabola Jerman juga mulai menyanyikan secara lantang lagu kebangsaan saat diputarkan jelang laga, bukan hanya bersenandung atau diam membisu seperti yang terjadi di masa lalu.

“Piala Dunia 2006 menandai transformasi yang signifikan dalam hubungan orang-orang Jerman dengan ke negara mereka,” kata Christian von Scheve, seorang profesor sosiologi di Free University di Berlin.

Tidak seperti generasi tua, orang-orang muda Jerman merayakan kehebatan olahraga negara mereka di acara-acara nonton bareng,seperti juga acara-acara lain seperti kontes lagu Eurovision dan Olimpiade, katanya.

Kiper Jerman Neuer mengatakan, kehadiran kanselir Angela Merkel di final adalah pertanda baik bagi tim. Kanselir Merkel juga berada di Brasil pada tengah bulan Juni untuk menonton Jerman mengalahkan Portugal 4-0.

Penampilan kedelapan kalinya Jerman di final Piala Dunia ini akan menjadi yang pertama sejak kawasan Eropa bergolak akibat krisis utang beberapa anggotanya. Berbekal diri sebagai kekuatan ekonomi terkuat di Eropa, Jerman meresepkan penghematan anggaran belanja negara secara besar-besaran sebagai obat untuk melawan penyakit-penyakit dari sisa anggota zona Euro yang beranggotakan 18 negara itu. Merkel memimpin secara keras dan cenderung tidak pedulian atas seluruh Eropa, sampai-sampai plakat para demonstran di Athena dan Madrid membangkitkan kenangan akan Perang Dunia II.

Kemenangan Jerman kemungkinan bisa kembali membangkitkan dukungan solid atas Merkel di negaranya sendiri menghadapi babak-babak akhir kebangkitan kembali Eropa dari krisis finansial.