emosi joey barton Liga Inggris palestina pemarah Premier League QPR Sepak Bola

Masih ingat Joey Barton? Beberapa hari lalu pemain Queens Park Rangers ini terlibat perang kicauan di Twitter dengan mantan rekan setimnya, Yossy Benayoun, perihal serangan militer Israel di Jalur Gaza. Ia menyebut serangan itu bukan aksi bela diri tapi pembasmian etnis.

Tak ada yang menyangka bahwa pemain berusia 31 tahun yang membela Palestina ini sebenarnya memiliki karakter pemarah di masa mudanya. Emosinya mudah sekali tersulut. Tak ada gilabola di Inggris atau Irlandia yang belum pernah mendengar tentang Joey Barton, yang di masa mudanya memiliki catatan kriminal terlalu panjang untuk seorang pemain sepakbola profesional.

Berikut ini adalah daftar insiden kontroversial dan tindak pidana Joey Barton:

emosi joey barton Liga Inggris palestina pemarah Premier League QPR Sepak Bola Desember 2004: Pada suatu pesta Natal, pemain junior Manchester City Jamie Tandy berpikir, akan menjadi ide yang menyenangkan untuk membakar baju Joey. Ketika Barton memergoki hal itu, ia punya ide menyenangkan lain dengan mematikan rokoknya yang masih menyala di mata kiri Tandy sebagai hukuman. Barton dihukum membayar denda setara gaji untuk 6 minggu dan disuruh meminta maaf kepada si pemuda.

BACA JUGA  Pochettino : Harry Kane Salah Satu Striker Terbaik Di Dunia

Mei 2005: Saat mengemudi melalui pusat kota Liverpool pada pukul 02:00 dinihari Joey Barton menyebabkan seorang pejalan kaki berusia 35 tahun menderita patah kaki. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai rincian kecelakaan tersebut.

Musim panas 2005: Barton dikirim pulang lebih awal dari tur pramusim Manchester City dari Thailand karena menyerang seorang penggemar Everton berusia 15 tahun. Menurut laporan, pemuda itu terlebih dulu melecehkannya secara lisan serta menendang  kaki sang gelandang. Selain dikirim pulang lebih awal, Barton juga didenda sebesar Rp 2,3 Trilyun untuk aksinya itu dan diperintahkan untuk menjalani terapi manajemen kemarahan.

emosi joey barton Liga Inggris palestina pemarah Premier League QPR Sepak Bola Mei sd Desember 2007: Pada bulan Mei 2007 sesama pemain Manchester City Ousmane Dabo telah memasukan tuntutan terhadap Barton untuk sebuah serangan saat sesi pelatihan yang telah menyebabkan Dabo pingsan, berdarah dan dugaan retina mata kiri pecah. Kejadian ini praktis mengakhiri karir Barton di Manchester City. Tak lama kemudian pemain 26 tahun itu dibebaskan dengan jaminan setelah mengaku tidak bersalah atas tuduhan tersebut, menerima hukuman percobaan selama 4 bulan ditambah 200 jam pelayanan masyarakat, dan juga diperintahkan untuk membayar denda Rp 58 juta untuk kerusakan yang ditimbulkan.

BACA JUGA  Pemain Buangan Manchester United Ini Sudah Mulai Sombong

Orang lain mungkin akan menjaga agar kepalanya tetap dingin. Tapi tidak dengan Barton. Pada dinihari 27 Desember 2007 kamera CCTV merekam Barton yang mabuk berat memukul seorang korban yang tidak disebutkan namanya sampai jatuh ke tanah. Tak lama setelah serangan pertama, Barton tertangkap memukuli seorang remaja lain berusia 16 tahun yang tidak bersalah dengan keyakinan bahwa pemuda telah menyerang sepupu Barton. Kali ini ia mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman 6 bulan penjara yang hanya dijalani selama 77 hari dan dibebaskan pada tanggal 28 Juli 2008.

 

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR