Juara Liga Korea Jeonbuk Motors Diduga Terlibat Penyuapan

21

Juara Liga Korea Jeonbuk Motors menolak tuduhan yang mengatakan jika pemandu bakat klub tersebut memberikan sejumlah uang kepada wasit.

Juara Liga Korea Jeonbuk Motors menolak tuduhan yang mengatakan jika pemandu bakat klub tersebut memberikan sejumlah uang kepada wasit.

Dua orang wasit didakwa menerima suap senilai lima juta won atau sekitar 4000 dollar Amerika Serikat.

Pemandu bakat Jeonbuk Motors disebut-sebut terlibat karena melakukan tiga kali pembayaran kepada satu wasit dan dua kali ke wasit lainnya, senilai satu juta won pada 2013 lalu.

Menurut harian asal Korea Yonhap News menulis berita jika jaksa penuntut telah menjebloskan kedua wasit ke penjara atas dakwaan penerimaan suap, tahun lalu.

Melihat sorotan tajam kepada klub yang menjuarai K League musim lalu, Jeonbuk mengelak dengan berkata bahwa baik pemandu bakat dan kedua wasit telah kenal dekat diluar sepak bola.

“Ya, uang tersebut memang diberikan, tapi pemandu bakat dan para wasit telah saling kenal diluar pertandingan,” ujar Kim Sang Soo dari Jeonbuk.

“(Setiap kali) jumlah yang diberikan sekitar satu juta won. Ini bukan sesuatu yang bisa dikatakan sebagai penyuapan dan bisa dimintai balasannya (dari para wasit).”

Tidak mau kalah, Kim mengeluarkan bukti statistik yang memperlihatkan jumlah kemenangan yang diraih timnya kala diwasiti oleh tersangka.

“Kedua wasit ada di delapan pertandingan kami. Kami hanya bisa meraih tiga kemenangan, dua kali kekalahan dan tiga hasil imbang. Jadi sangat tidak masuk akal berkata jika ini adalah penyuapan,” katanya.

Atas dugaan ini, Federasi Sepak Bola Korea akan melakukan investigasi tersendiri, yang akan menentukan apakah akan ada hukuman bagi klub dan individu atau tidak.