Kasihan Tim Ini, Tandang Kualifikasi Tapi Tak Ada Uang Untuk Makan Siang

13

Tim sepakbola Trinidad & Tobago, sebuah negara kecil di kepulauan Karibia, Amerika Tengah, berangkat ke Amerika Serikat guna mengikuti sebuah turnamen yang terdiri dari delapan tim, yang berfungsi sebagai ajang kualifikasi untuk Piala Dunia Wanita tahun 2015 di Kanada. Mereka tiba di bandara Dallas, Texas, di bagian selatan negara Amerika Serikat bermodalkan uang Rp 6,1 juta. Saat mendarat tidak ada uang […]

Internasional  - Kasihan Tim Ini, Tandang Kualifikasi Tapi Tak Ada Uang Untuk Makan Siang

Tim sepakbola Trinidad & Tobago, sebuah negara kecil di kepulauan Karibia, Amerika Tengah, berangkat ke Amerika Serikat guna mengikuti sebuah turnamen yang terdiri dari delapan tim, yang berfungsi sebagai ajang kualifikasi untuk Piala Dunia Wanita tahun 2015 di Kanada.

Mereka tiba di bandara Dallas, Texas, di bagian selatan negara Amerika Serikat bermodalkan uang Rp 6,1 juta. Saat mendarat tidak ada uang untuk naik taksi ke hotel, dan tidak ada uang untuk membeli makan siang.

Pelatih tim Trinidad & Tobago Randy Waldrum, yang bekerja tanpa bayaran, lalu meminta bantuan melalui Twitter.

“Saya perlu BANTUAN! T & T mengirimkan tim ke sini tadi malam dengan uang USD 500 total. Tidak ada peralatan seperti bola, tidak ada transportasi dari bandara ke hotel, tidak ada apa pun,” tulisnya.

Waldrum mengatakan hari Kamis bahwa para pemainnya mendapat sarapan di hotel mereka di Dallas, di mana mereka berlatih, tapi dia tidak tahu akan memperoleh makan siang dari mana. Jadi dia punya ide dramatis.

“Saya pikir, ‘Saya punya satu jam untuk menemukan makanan, guna melewati hari ini, (meski) belum jelas bagaimana lima atau enam hari ke depan,” katanya. “Satu-satunya cara yang saya tahu adalah untuk mengirim twit ini, dan saya tahu saya tidak bisa mengatakan, ‘Hei, T & T sangat membutuhkan uang, akankah Anda membantu menyumbang?”

Postingnya menyebar dengan cepat. Situs sepakbola KeeperNotes.com mengulurkan tangan untuk Waldrum dan pada Rabu malam telah mengumpulkan lebih dari Rp 113,4 juta untuk tim yang dikirim melalui akun PayPal.

Jen Cooper, yang menjalankan situs KeeperNotes, mengatakan karena tanggapan yang luar biasa daripara pembaca, situs itu harus berhenti menerima sumbangan karena akan terkena kewajiban pajak.

Satu masalah selesai.

Tim sepakbola wanita Haiti, negara lain yang juga kecil dan miskin di Amerika Tengah, ketika mendengar kabar bahwa tim nasional Trinidad dan Tobago tidak memiliki cukup uang untuk makan siang, lalu mengambil  semua uang mereka yang didapat dari hasil penggalangan dana dari penjualan T-shirt untuk kualifikasi Piala Dunia sebesar Rp 15,8 juta dan menyerahkannya ke pesaing mereka itu.

Internasional  - Kasihan Tim Ini, Tandang Kualifikasi Tapi Tak Ada Uang Untuk Makan Siang

“Para pemain saya melihat di media sosial kesulitan yang dihadapi oleh pemain T & T, dan mendekati saya perihal apa yang bisa kita lakukan untuk membantu. Saya tertegun,” kata pelatih Haiti Shek Borkowski saat mengumumkan sumbangan pada halaman Facebook tim.

“Mereka sangat bersemangat membantu jadi saya akan melakukan apa yang mereka minta.”

Tim Haiti, yang punya masalah keuangan mereka sendiri, memutuskan untuk memberikan semuanya untuk Trinidad dan Tobago. Hal itu menyebabkan Haiti dalam masalah besar. Sampai Yayasan Clinton ikut campur.

Federasi Sepak Bola Haiti menerima telepon dari Yayasan Clinton, sebuah organisasi amal yang dijalankan oleh mantan Presiden Bill Clinton dan keluarganya, yang mengatakan bahwa pihaknya ingin mendukung program-program perempuan.

Borkowski mengatakan dia telah diberitahu untuk mengirimkan daftar kebutuhan mendesak bagi tim dan anggaran jangka panjang.

“Mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka siap untuk membantu bukan hanya satu kali, namun dukungan jangka panjang untuk sepakbola perempuan di Haiti,” kata Borkowski dalam sebuah wawancara Kamis. “Itu adalah informasi yang menarik. Kami telah melakukan apapun yang kami bisa untuk mendapatkannya.”

Craig Minassian, juru bicara Yayasan Clinton, mengatakan dalam sebuah email bahwa organisasi memutuskan untuk membantu setelah membaca berita tentang tim Haiti.

“The Clinton Foundation dan Partners In Health, yang menerima pertanyaan serupa, telah berbicara dengan tim dan membantu menghubungkan mereka dengan pendukung yang tertarik,” tulisnya.

Borkowski mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada rencana untuk membubarkan tim sepakbola wanita ini setelah turnamen CONCACAF  jika tim tidak berhasil lolos ke Piala Dunia. Namun dengan bantuan keuangan ini, situasinya berubah.

Kedua orang itu, baik Waldrum dan Borkowski, menjadi pelatih sukarelawan, alias tidak digaji.