Kasus Kiper Chelsea: Sudah Saatnya Aturan Baru Pergantian Pemain

Cedera kepala berkelanjutan yang diderita kiper Chelsea Thibaut Courtois dalam tabrakan dengan pemain Arsenal Alexis Sanchez sekali lagi memunculkan kesadaran perihal pentingnya ada aturan baru soal pergantian pemain. Kasus ini sepatutnya segera mendorong klub sepak bola dan badan otoritas sepakbola duduk bersama membahas masalah gegar otak pada pemain. Kiper Chelsea itu mengalami cedera kepala di menit ke-10 pada laga vs Arsenal […]

Internasional Liga Inggris  - Kasus Kiper Chelsea: Sudah Saatnya Aturan Baru Pergantian Pemain

Cedera kepala berkelanjutan yang diderita kiper Chelsea Thibaut Courtois dalam tabrakan dengan pemain Arsenal Alexis Sanchez sekali lagi memunculkan kesadaran perihal pentingnya ada aturan baru soal pergantian pemain.

Kasus ini sepatutnya segera mendorong klub sepak bola dan badan otoritas sepakbola duduk bersama membahas masalah gegar otak pada pemain.

Kiper Chelsea itu mengalami cedera kepala di menit ke-10 pada laga vs Arsenal tetapi diizinkan untuk bermain terus selama lebih dari 13 menit sebelum akhirnya ditarik keluar, dengan Courtois kemudian menjalani perawatan di ruang ganti sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.

Insiden itu terjadi kurang dari setahun setelah kiper Tottenham Hugo Lloris menderita gegar otak gara-gara bertabrakan dengan pemain Everton Romelu Lukaku.

Lloris dibiarkan untuk terus bermain meskipun kiper cadangan Brad Friedel siap tampil untuk menggantikan kiper Prancis itu.

Seberapa parah cedera Lloris kemudian terjawab ketika di pertandingan Tottenham berikutnya ia absen akibat gegar otak. Untuk kasus ini Tottenham banyak dikritik karena manajer Andre Villas-Boas membiarkan kiper dengan cedera kepala terus bermain.

Masalah gegar otak selanjutnya jadi perhatian selama Piala Dunia, dengan pemain Uruguay Alvaro Pereira dan pemain Jerman Christoph Kramer dibiarkan untuk terus bermain setelah mengalami cedera kepala.

Premier League memperkenalkan aturan baru gegar otak selama musim panas sebagai akibat dari insiden Lloris. Aturan baru itu menyatakan bahwa pemain harus meninggalkan lapangan dalam hal cedera kepala, dengan dokter klub yang mengambil keputusan, bukan manajer.

Tapi ternyata hal ini tidak memadai, sebagaimana dicontohkan oleh cedera Courtois karena sebagai kiper ia tidak bisa meninggalkan lapangan dengan cara yang sama yang pemain biasa.

Sebagian dari masalah adalah bahwa manajer sangat menghargai pemain cadangan mereka yang terbatas, karena mungkin perubahan taktis diperlukan belakangan dalam kontes.

Hal ini sering memaksa pemain yang cedera untuk terus bermain di, terutama setelah klub telah membuat tiga kali pergantian pemain, kecuali jika cedera itu berdampak merugikan tim.

Di beberapa kesempatan, seperti kasus Courtois, pemain akhirnya ditarik 15 menit kemudian, tetapi kasus ini memperlihatkan betapa enggannya manajer membuat pergantian pemain. Sehingga sebenarnya dibutuhkan solusi lain untuk masalah ini.

Dalam hal cedera kepala, pengganti sementara seharusnya diizinkan. Dan jika cedera itu terbukti mengakhiri partisipasi si pemain maka seharusnya pemain itu bisa diganti tanpa mengorbankan jatah pemain cadangan mereka. Dan keputusan soal itu seharusnya diambil oleh seorang dokter independen, bukan staf klub yang berada pada konflik kepentingan.

Sebuah pergantian sementara setidaknya harus diizinkan dalam aturan untuk kiper, sehingga mereka dapat diambil dari lapangan untuk sesaat guna dipantau oleh tim medis klub. Untuk lebih melindungi kiper dan klub mereka, bangku cadangan dapat diperpanjang untuk menyertakan kiper kedua yang bisa masuk sewaktu-waktu.