Kasus Suárez Berkembang Jadi Sentimen Kaya-Miskin

  Kasus Luis Suárez menggigit bahu pemain Italia Giorgio Chiellini kini melebar ke mana-mana. Kasusnya sebenarnya sudah diputus oleh FIFA dengan hukuman larangan bertanding selama 4 bulan, tapi kini wacananya malah berkembang jadi soal sentimen kaya-miskin. Adalah Presiden Uruguay sendiri, José Mujica, yang menyoroti masalah ini sebagai soal sentimen orang-orang kaya terhadap kaum miskin. Hukuman berat kepada […]

Eks Middlesbrough, George Boateng, merasa bukan tawaran gaji besar yang bisa menahan Alexis Sanchez untuk tetap bertahan di Arsenal.

suarez9

 

Kasus Luis Suárez menggigit bahu pemain Italia Giorgio Chiellini kini melebar ke mana-mana. Kasusnya sebenarnya sudah diputus oleh FIFA dengan hukuman larangan bertanding selama 4 bulan, tapi kini wacananya malah berkembang jadi soal sentimen kaya-miskin.

Adalah Presiden Uruguay sendiri, José Mujica, yang menyoroti masalah ini sebagai soal sentimen orang-orang kaya terhadap kaum miskin. Hukuman berat kepada dikenakan pada Luis Suárez oleh FIFA disebutnya sebagai, “Serangan terhadap semua anak-anak  Uruguay”. Menurut Mujica, hukuman itu “kelewat berat” dan mengatakan bahwa niat FIFA hanyalah memberi pemain bola “pelajaran.”

Kepala negara Uruguay itu muncul di sebuah acara TV bertajuk ‘De Zurda’, di mana ia diwawancarai oleh Diego Maradona dan dengan terang-terangan membela striker Uruguay.

“Kami menyingkirkan Italia dan Inggris! Mereka seharusnya kehilangan banyak uang gara-gara kami!” kata Mujica. “Mereka (FIFA) tidak mengerti apa-apa. (FIFA) Tak paham kesenangan yang muncul karena main bola di lumpur. (FIFA) Tak punya keinginan memahami bahwa anak-anak ini punya kecerdasan lain di pergelangan kakinya,” kata Mujica lagi. “Itu karena mereka datang dari kelas sosial yang berbeda.”

Presiden Mujica itu melihat Suárez menggigit bahu Chiellini sebagai respon terhadap provokasi dari pemain Italia itu yang terus menerus mendorong-dorong dan mengganggunya sepanjang laga.

Mujica dikenal sebagai presiden nyentrik, disebut-sebut sebagai ‘presiden termiskin di dunia’ karena menolak tinggal di istana kepresidenan dan memilih tidur di rumahnya sendiri di pinggiran ibukota Montevideo. Ia juga hanya memiliki sebuah mobil VW Beetle tua, serta menyumbangkan 90% gajinya untuk aktivitas sosial.

mujica

 

Sepakbola.cc