Kejam! Aturan Ini Halangi Pemain Bola Indonesia Merumput di Premier League

Jika aturan ini jadi diberlakukan maka bisa dipastikan tidak akan ada pemain asal Indonesia yang bisa merumput di Liga Inggris. Aturan ini sebenarnya mau memaksakan agar ada lebih banyak tempat bagi pemain asli Inggris di klub-klub negeri mereka sendiri. Di saat yang sama aturan ini mengasumsikan bahwa saat ini ada begitu banyak pemain asing medioker (biasa-biasa […]

Internasional Liga Indonesia Liga Inggris  - Kejam! Aturan Ini Halangi Pemain Bola Indonesia Merumput di Premier League
Jika aturan ini jadi diberlakukan maka bisa dipastikan tidak akan ada pemain asal Indonesia yang bisa merumput di Liga Inggris.

Aturan ini sebenarnya mau memaksakan agar ada lebih banyak tempat bagi pemain asli Inggris di klub-klub negeri mereka sendiri. Di saat yang sama aturan ini mengasumsikan bahwa saat ini ada begitu banyak pemain asing medioker (biasa-biasa saja) yang merumput di Football League dan merampas hak warga sendiri.

Football League adalah istilah untuk liga-liga di luar Premier League, yakni kasta kedua, Championship League dan League One serta League Two Inggris.

Pemain biasa-biasa saja dari luar negeri telah mengambil banyak tempat di skuad klub, di mana seharusnya itu jatah para pemain muda Inggris, kata ketua FA Inggris Greg Dyke.

FA telah mengumumkan sebuah proposal guna mengurangi hingga 50% jumlah pemain dari luar wilayah Uni Eropa datang ke Football League, termasuk juga melarang klub meminjamkan pemain asing ke klub lain, memperketat rekrutmen pemain asing, serta memberlakukan aturan yang lebih keras bagi mereka.

Ada 122 pemain dari luar negeri yang diberikan visa kerja antara tahun 2009 dan 2013, dengan 23 dari mereka merumput di Football League.

“Sistem yang ada saat ini adalah sia-sia,” kata Dyke kepada Sky Sports News, “Aturan mengatakan hanya yang terbaik dari para pemain non-elite Eropa yang diizinkan untuk datang dan kami setuju dengan itu.”

“Apa yang kami katakan adalah ada banyak yang tidak [terbaik sangat], yang tidak bermain banyak dan mengambil tempat skuad dan banyak khususnya di Football League yang kemudian hilang setelah satu tahun atau lebih. Sistem tidak bekerja baik saat ini.”

“Apa yang kami katakan adalah ‘Biarkan pemain terbaik datang tetapi berikan sisa tempat-tempat di skuad untuk anak-anak muda Inggris’.”

“Kami masih memiliki masalah dengan anak-anak yang baik, yang berusia 17 dan 18 tahun dan mereka tidak mendapatkan kompetisi sepakbola secara cukup sehingga kita masih melihat bagaimana kita bisa meningkatkan posisi itu.”

Proposal ini merupakan usaha dari sejumlah perubahan yang direkomendasikan oleh Komisi Inggris yang dipimpin oleh Dyke. Kebijakan pada masalah pemain non-Uni Eropa berarti hanya pemain dari negara-negara dengan peringkat 50 teratas di dunia yang bisa direkrut masuk, kecuali biaya transfernya melebihi sebuah angka tertentu, entah 10 juta atau 15 juta pound.

Indonesia menduduki urutan 153 menurut daftar ranking FIFA bulan Juli 2014.

Keputusan itu akan berlaku untuk semua pemain dari Brasil, Argentina, Asia, Afrika, Amerika, dan Australasia yang tidak memegang paspor Uni Eropa.

Dyke mengatakan ia berharap para pemangku kepentingan lainnya untuk datang dengan proposal mereka sendiri.

Dia menambahkan: “Saya pikir mereka akan datang dengan ide-ide lain Semua orang mengakui sistem yang ada saat ini tidak efektif. Jadi mereka akan melihat dan datang dengan beberapa ide dan kami akan melihatnya.”

Seorang juru bicara Football League mengatakan: “Kami akan berkonsultasi sebelum menjawab pada waktunya.”

Sepakbola.cc