Berita Bola - Kepada Karim, Harapan Prancis Ditumpukan -

 

Karim Benzema pernah menyaksikan hari-hari buruk dalam karirnya sebagai pemain timnas Prancis. Salah satunya ketika menjalani laga kualifikasi Maret 2014 lalu. Takluk 0-1 vs Spanyol di kandang sendiri, Benzema disoraki penonton kala diganti menit 83. Peristiwa itu kontras dengan tepuk tangan penonton di Stade de France kala menyaksikan Andres Iniesta dari kubu Spanyol diganti setelahnya.

Fans si Ayam Jantan memang sulit untuk dipuaskan. Mereka menuntun kualitas yang terbaik.

Sekarang, di ajang Piala Dunia, Karim Benzema tengah menjadi tumpuan timnas Prancis untuk menang atas lawan mereka, Nigeria di babak 16 Besar, dan juga di babak berikutnya, entah melawan Jerman atau Aljazair. Sejauh ini Karim sudah mencetak tiga gol, ketiganya dengan kaki kanan, dan menjadi pemain terbaik di laga vs Honduras dan Swiss. Karim juga menyumbang satu assist.

BACA JUGA  Hasil dan Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona CONMEBOL

Secara statistik, ia juga menyumbangkan 15 tendangan ke arah gawang, 11 dari dalam kotak penalti, 4 dari luar area tersebut.

Ia juga bermain full 90 menit di tiga laga penyisihan grup.

Pemain asal Real Madrid ini datang dengan mental pemenang. Ia menjaringkan 24 gol dari 52 laga El Real dan menolong tim ibukota Spanyol itu memenangkan La Decima, alias piala Liga Champions ke-10. Di timnas ia membantu mengakhiri dahaga gol yang sudah berlangsung selama 1.200 menit.

Benzema dipuji karena kedewasaannya setelah sempat bergulat dengan berbagai masalah di luar lapangan, serta kehilangan disiplin sehingga sempat menjadi gembrot sekitar tahun 2012-2013, sehingga dijuluki pelatih Jose Mourinho sebagai ‘kucing gendut’.

BACA JUGA  Spanyol Berbagi Resep Cara Taklukkan Israel

Ia kini menjadi panutan dan motor di tim Prancis, dalam artian luas. “Karim adalah salah satu pemain terbaik di panggung global,” kata rekan setimnya, Antoine Griezmann, “Performanya terjaga di tingkat yang sangat tinggi dan dia salah satu yang menyebabkan kami semua bisa bermain baik.”

Pelatih Didier Deschamp yang membawa Prancis menjadi juara dunia tahun 1998 dan Euro 2000 bertekad membawa tim Ayam Jantan ke gelar juara dunia keduanya. “Benzema punya pergerakan luar biasa yang menentukan bagaimana tim bermain,” katanya. “Kami selalu fokus pada kontribusnya terhadap permainan, selain gol-golnya.”

Gibolers! Berikan komentar terbaikmu untuk berita bola ini!