Berita Bola - Kerusuhan Bola Ini Memicu Meluasnya Kebencian Ras -

Satu laga bola dalam rangka penyisihan grup Euro 2016 yang berakhir rusuh telah menyebabkan meluasnya kebencian ras di setidaknya salah satu pihak.

Serbia mengatakan pada hari Jumat WIB, bahwa Albania bertindak ”tidak cukup dewasa” untuk bergabung dengan komunitas Uni Eropa.

Meningkatnya perang kata-kata ini diprovokasi oleh sebuah aksi pesawat tanpa awak (drone) di sebuah pertandingan sepakbola yang memicu kebencian di antara kedua negara bertetangga di semenanjung Balkan yang sedang berusaha memperbaiki hubungan mereka.

Pernyataan Menteri Dalam Negeri Serbia Nebojsa Stefanovic itu telah menyebabkan Albania memanggil duta besar Belgrade dan menimbulkan keraguan lebih lanjut pada rencana kunjungan perdana menteri Albania ke Belgrade pada tanggal 22 Oktober, yang pertama kalinya dalam waktu hampir 70 tahun.

Kunjungan Perdana Menteri Edi Rama dimaksudkan untuk memperbaiki hubungan, yang telah memburuk terutama atas masalah Kosovo, bekas provinsi Serbia yang memiliki mayoritas etnis Albania-dan menyatakan kemerdekaan mereka pada tahun 2008.

Berita Bola - Kerusuhan Bola Ini Memicu Meluasnya Kebencian Ras -

Sebuah pesawat remote control yang mengibarkan bendera ”Albania Raya” – sebuah wilayah yang meliputi Kosovo dan bagian dari Serbia dan negara Balkan lainnya – di atas stadion sepakbola Beograd memicu perkelahian antara pemain kedua negara dan memicu invasi penonton ke lapangan selama kualifikasi Euro 2016, Rabu dinihari WIB.

Pada hari Jumat WIB, kedutaan Albania di negara tetangga Montenegro dilempari dengan batu, memecahkan kaca jendela, dan di kota-kota besar Serbia seperti Sombor dan Stara Pazova, toko-toko roti milik warga keturunan Albania diserang dengan granat tangan dan bom bensin.

Stefanovic mengatakan polisi Serbia sedang memeriksa pesawat tak berawak itu untuk guna mencari produsen dan di mana barang itu dibeli. Pesawat tersebut, yang dikenal sebagai quadcopters, dapat dibeli secara online untuk beberapa ratus Euro.

Sekelompok penggemar sepakbola Albania telah mengaku bertanggung jawab atas aksi tersebut, tetapi hal ini belum diverifikasi, dan Serbia mengatakan kemungkinan ada kolusi tersangka tingkat tinggi.

”Laporan oleh para pemimpin dari pemerintah Albania menunjukkan bahwa mereka tahu provokasi semacam itu sedang disiapkan,” kata Stefanovic.

“Kalau Albania percaya bahwa nilai-nilai Eropa adalah nilai-nilai yang disebut ‘Albania Raya’, maka Republik Serbia tidak dapat berbagi dengan mereka dengan cara apapun, dan karenanya kami percaya bahwa mereka tidak cukup matang sebagai negara untuk bergabung dengan keluarga Eropa.”

Kedua negara, Serbia dan Albania, sama-sama berkeinginan untuk suatu hari nanti bergabung dengan Uni Eropa.

Asosiasi Sepakbola Serbia menyebut aksi drone itu sebagai tindakan terorisme.

Penggemar Albania sudah dilarang menghadiri pertandingan, meskipun ada beberapa pejabat VIP datang, termasuk saudara kandung Perdana Menteri Edi Rama, yang oleh menteri luar negeri Serbia dan media lokal dituduh sebagai operator pesawat.

Pertandingan itu dihentikan di menit 41 saat skor 0-0, dengan kedua belah pihak saling menyalahkan. Serbia memanggil duta besar Albania pada hari Kamis dan mengeluarkan protes resmi.

Albania membalas pada hari Jumat dan mengeluarkan pernyataan yang menuduh Belgrade melakukan “pengumpatan politis.”

Badan sepak bola Eropa, UEFA, telah membuka proses penyelidikan kasus ini dan akan mengumumkan hukumannya paling lambat Kamis depan.