Kisah Pesepakbola Yang Dipenjara Karena Kasus Terorisme

  •   Ini adalah kisah mengenai seorang pesepakbola profesional yang dipenjara karena tersangkut kasus terorisme. Nizar Trabelsi, lahir 2 Juli 1970, adalah seorang keturunan Tunisia yang pernah menjadi pemain sepakbola profesional. Sebagai pesepakbola, Trabelsi bergabung dan bermain di dua klub Jerman, yakni Fortuna Düsseldorf dan Wuppertal. Trabelsi, sekarang 44 tahun, ditangkap di Belgia dua hari setelah […]

Gelandang AC Milan, Suso mengatakan Supercoppa Italiana melawan Juventus akan menjadi pertandingan terbesar dalam karirnya.

Internasional Liga Jerman  - Kisah Pesepakbola Yang Dipenjara Karena Kasus Terorisme

 

Ini adalah kisah mengenai seorang pesepakbola profesional yang dipenjara karena tersangkut kasus terorisme. Nizar Trabelsi, lahir 2 Juli 1970, adalah seorang keturunan Tunisia yang pernah menjadi pemain sepakbola profesional. Sebagai pesepakbola, Trabelsi bergabung dan bermain di dua klub Jerman, yakni Fortuna Düsseldorf dan Wuppertal.

Trabelsi, sekarang 44 tahun, ditangkap di Belgia dua hari setelah serangan 11 September 2001 di AS.

Pada tahun 2003, oleh pengadilan Belgia ia dinyatakan bersalah sebagai teroris dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena hubungannya dengan Al-Qaeda, dan karena pernah merencanakan untuk menyerang target-target Amerika, termasuk tentara Amerika yang ditempatkan di pangkalan udara Belgia, Kleine Brogel. Ia dipenjarakan di Belgia sampai ekstradisi diam-diamnya ke Amerika Serikat tahun 2013.

Ekstradisi Trabelsi ini sudah diminta oleh Washington sejak November 2008. Sejak tahun 2006 ia telah didakwa oleh sebuah dewan juri di Pengadilan Distrik AS di Washington DC.

Menurut surat dakwaan, Trabelsi melakukan perjalanan ke Afghanistan untuk melatih jihad ketika tinggal di Jerman pada tahun 2000. Trabelsi diketahui bertemu Osama bin Laden di Afghanistan pada beberapa kesempatan. Pada tahun 2001, Trabelsi dicurigai merencanakan serangan teroris ke kedutaan AS di Paris, namun berhasil diketahui dan dihentikan. Dia merencanakan menjadi pembom bunuh diri, mengenakan setelan baju jas layaknya pebisnis untuk menyembunyikan bom yang diikat ke tubuhnya sendiri sebelum berjalan masuk ke kompleks kedutaan.  Internasional Liga Jerman  - Kisah Pesepakbola Yang Dipenjara Karena Kasus Terorisme

Trabelsi ditangkap di sebuah apartemen di Uccle dekat Brussels, Belgia pada tanggal 13 September 2001. Dia juga telah dinyatakan terlibat oleh warga Inggris bernama Saajid Badat, yang menyatakan bahwa keduanya telah bersekongkol dengan Richard Reid guna meledakkan dua pesawat tujuan Amerika secara bersamaan dengan menggunakan bom sepatu.

Pada tahun 2003, Trabelsi dijatuhi hukuman penjara 10 tahun di Belgia. Dia juga dinyatakan bersalah karena kepemilikan senjata ilegal dan menjadi anggota milisi swasta. Pada 3 Oktober 2013 ia diekstradisi ke Amerika Serikat. Setelah dua belas tahun dalam tahanan, dia sekarang ditahan di Washington DC tanpa jaminan, yang bisa berarti dia ditahan selama-lamanya.

Kini mantan pemain bola ini menghadapi tuduhan di pengadilan Amerika, perihal persekongkolan untuk membunuh orang Amerika di luar negeri, persekongkolan untuk menggunakan senjata pemusnah massal dan mendukung organisasi teroris asing.

Jika terbukti bersalah, ia menghadapi hukuman maksimum penjara seumur hidup.

Menteri Kehakiman Belgia Annemie Turtelboom, seperti dikutip oleh kantor berita Belga mengatakan, Brussels telah menerima ‘jaminan dari pemerintah AS’ bahwa ia akan diadili oleh pengadilan sipil dan bukan pengadilan militer, dan tidak akan dihukum mati jika terbukti bersalah.