Klub-klub Eropa Bakal Dapat Duit Kaget

30

Denda yang dikumpulkan oleh UEFA terkait Financial Fair Play (FFP) ternyata cukup besar. Setidaknya sudah terkumpul denda sebesar 24 juta Euro (setara Rp 363 Milyar). Asosiasi Klub-klub Eropa (ECA) menyatakan keinginan mereka agar UEFA mendistribusikan kembali duit Rp 363 Milyar tersebut kepada klub-klub lain. Manchester City, Paris Saint-Germain dan Zenit St Petersburg termasuk di antara sembilan klub yang terkena […]

Internasional Liga Champions Liga Europa  - Klub-klub Eropa Bakal Dapat Duit Kaget
Denda yang dikumpulkan oleh UEFA terkait Financial Fair Play (FFP) ternyata cukup besar. Setidaknya sudah terkumpul denda sebesar 24 juta Euro (setara Rp 363 Milyar).

Asosiasi Klub-klub Eropa (ECA) menyatakan keinginan mereka agar UEFA mendistribusikan kembali duit Rp 363 Milyar tersebut kepada klub-klub lain.

Manchester City, Paris Saint-Germain dan Zenit St Petersburg termasuk di antara sembilan klub yang terkena sanksi untuk belanja berlebihan pada masalah transfer dan upah pemain, serta membayar denda tersebut yang dipotong dari hadiah uang Liga Champions musim lalu.

Ketua ECA Karl-Heinz Rummenigge mengatakan, kelompok itu sudah memberi komite eksekutif UEFA sebuah proposal untuk soal distribusi uang kepada klub yang bermain di Liga Champions dan Liga Europa musim lalu.

Klub-klub yang berhasil masuk babak penyisihan grup Liga Champions dan Liga Europa akan memperoleh duit kaget sekitar Rp 4 Milyar masing-masing, sementara sisa 20% uang hasil denda tadi, sebesar Rp 66,5 Milyar akan dibagi rata di antara klub yang tersingkir di kualifikasi/play-off kedua liga tersebut.

FFP adalah sebuah aturan yang dikeluarkan badan sepakbola Eropa (UEFA) untuk mencegah sebuah klub sepakbola menjadi bangkrut akibat belanja pemain terlalu banyak.

Secara teknis, aturan ini membatasi kerugian (pemasukan dikurangi belanja) klub sampai Rp 687 Milyar saja dalam musim 2011/12 dan 2012/13, lalu diperkecil sampai Rp 481 Milyar di musim 2013/14 sampai 2015/16. Angka kerugian akan dibuat semakin kecil di musim-musim berikutnya.

Klub-klub lama yang sudah menduduki posisi atas liga akan diuntungkan dari sistem ini dibandingkan klub-klub baru yang memperoleh investor kaya raya sepuluh tahun terakhir, dan mendongkrak prestasi dengan cara merekrut banyak pemain bintang baru.

Contohnya, Manchester United yang sudah sering menjadi juara liga akan mendapati posisinya sebagai lebih sering dan lebih banyak sebagai penjual pemain dibandingkan Chelsea yang baru belakangan memperoleh investor baru dalam diri milyuner Rusia, Roman Abramovich pada tahun 2003.

Untuk mendongkrak prestasi klub sesegera mungkin, Chelsea perlu belanja pemain lebih banyak dibandingkan Manchester United.

Untuk itu Jose Mourinho menuding, FFP telah memberikan saingannya di Premier league, Manchester United, suatu keuntungan yang tidak adil di bursa transfer.