Komentar Kapten Liverpool Usai Laga Menegangkan vs QPR

Kapten Liverpool Steven Gerrard mengaku shock saat timnya berhasil menundukkan QPR 2-3 setelah akhir laga yang menegangkan dan penuh kepanikan di Loftus Road. “Saya masih shock,” kata Gerrard kepada Sky Sports. “Jujur, kami masih merasa shock​​. Kami sangat beruntung hari ini.” “Kami tidak pernah mengeluh jika kami tandang dan pulang tanpa membawa apa-apa, kami juga tidak mengeluh jika kami datang dan pergi dengan poin. […]

Internasional Liga Inggris  - Komentar Kapten Liverpool Usai Laga Menegangkan vs QPR

Kapten Liverpool Steven Gerrard mengaku shock saat timnya berhasil menundukkan QPR 2-3 setelah akhir laga yang menegangkan dan penuh kepanikan di Loftus Road.

“Saya masih shock,” kata Gerrard kepada Sky Sports.

“Jujur, kami masih merasa shock​​. Kami sangat beruntung hari ini.”

“Kami tidak pernah mengeluh jika kami tandang dan pulang tanpa membawa apa-apa, kami juga tidak mengeluh jika kami datang dan pergi dengan poin. Saya pikir kami sangat beruntung bisa tandang dan pulang dengan tiga poin.”

“Kinerja kami perlu lebih baik. Saya pikir satu-satunya pujian yang kami bisa berikan pada diri kami adalah bahwa kami tidak pernah menyerah dan terus berjuang sampai akhir.”

“Kami mendapatkan balasan pada akhirnya untuk terus bertahan dan tinggal dalam permainan, tetapi seharusnya ada perbaikan.”

Tim tuan rumah sebenarnya mendominasi selama satu jam pertama di laga pada hari Minggu malam itu, dengan Leroy Fer dua kali membentur mistar gawang dan Charlie Austin dan Sandro juga nyaris mencetak gol.

Namun, kebuntuan itu berhasil dipecahkan oleh Richard Dunne yang mencetak gol bunuh diri Premier League ke-10-nya setelah tindakan cepat dari Raheem Sterling dan Glen Johnson pada suatu tendangan bebas di pertengahan babak kedua.

Eduardo Vargas menyamakan skor untuk tuan rumah pada menit ke-87, tapi itu hanya awal dari akhir drama yang menakjubkan.

Philippe Coutinho berlari ke ujung yg lain untuk mencetak gol dan kemudian Vargas menyamakan skor kedua kali, sebelum pertandingan diselesaikan dengan satu keanehan lain.

Sterling berlari di belakang garis pertahanan QPR pada suatu serangan balik dan mengirim back pass ke Mario Balotelli, namun Steven Caulker mengubah arah bola ke gawangnya sendiri ketika mencoba untuk mencegat.

Sterling mengalami minggu yang sulit setelah mendapat sorotan karena ia mengaku merasa lelah saat tugas internasional bersama Inggris dan ia mengaku senang bisa kembali bermain sepakbola.

“Kami tidak dalam kondisi terbaik kami, tapi kami terus bertahan di sana untuk mendapatkan tiga poin yang sebenarnya tidak pantas kami dapatkan, dan itulah sepak bola,” tambah winger berusia 19 tahun itu.