Laga Final, Rakyat Brasil Pilih Jagokan Jerman

  • Karena saling bermusuhan terhadap Argentina selama beberapa dekade, rakyat Brasil kini banyak yang memilih berpihak pada Jerman di partai final. Aneh, karena Jermanlah yang mempermalukan mereka 1-7 di partai semifinal. Foto di atas memperlihatkan gilabola Argentina mengejek-ejek gilabola Brasil dengan mengingatkan mereka pada skor fenomenal, 1-7.  Sebelumnya rakyat Brasil berpikir, mimpi buruk Piala Dunia mereka tidak […]

Prediksi Tottenham vs Hull City dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan ke 16 di White Hart Lane, London, Kamis (15/12) dini hari WIB.

Internasional Liga Jerman Piala Dunia  - Laga Final, Rakyat Brasil Pilih Jagokan Jerman

Karena saling bermusuhan terhadap Argentina selama beberapa dekade, rakyat Brasil kini banyak yang memilih berpihak pada Jerman di partai final. Aneh, karena Jermanlah yang mempermalukan mereka 1-7 di partai semifinal.

Foto di atas memperlihatkan gilabola Argentina mengejek-ejek gilabola Brasil dengan mengingatkan mereka pada skor fenomenal, 1-7. 

Sebelumnya rakyat Brasil berpikir, mimpi buruk Piala Dunia mereka tidak mungkin bisa lebih buruk lagi. Dan 24 jam kemudian rival abadi mereka, Argentina sukses mencapai final Piala Dunia 2014 di halaman belakang mereka sendiri, Kamis dinihari WIB.

Gilabola Brasil sekarang harus menonton Argentina dan superstar mereka Lionel Messi di laga utama memperebutkan trofi Piala Dunia di Stadion Maracana yang legendaris di Rio de Janeiro, Senin dinihari WIB.

Banyak rakyat Brasil menjadi pendukung Belanda untuk mengalahkan tetangga Amerika Selatan mereka di semifinal Kamis pagi WIB. Tapi Argentina ternyata berhasil mengalahkan Belanda 4-2 dalam adu penalti setelah menemukan kebuntuan 0-0 di 120 menit.

“Melihat Argentina masuk final di rumah kami sendiri terasa menyakitkan, terutama setelah kekalahan terburuk yang pernah Selecao alami,” kata Marcio Carneiro da Silva, 36, seorang tukang pos yang tenggelam dalam kesedihannya dengan minum-minum di teras sebuah restoran di Rio de Janeiro.

Temannya Cesar Augusto, 37 tahun, sudah memilih tim baru untuk hari Minggu. “Sekarang aku membela Jerman,” katanya.

Final dilangsungkan di stadion yang sama saat Brasil kalah di final turnamen Piala Dunia tahun 1950, sebuah kekalahan yang menyebabkan trauma bagi seluruh negeri, dan membuat mereka mengganti seragam tim nasional dari putih bergaris biru menjadi kuning bergaris hijau seperti yang dikenakan saat ini.

“Mimpi buruk berlanujut,” tulis surat kabar O Dia dalam edisi online-nya. “Selain tidak mampu untuk bermimpi tentang gelar keenam, rakyat Brasil kini harus hidup dengan kemungkinan bahwa salah satu saingan utamanya menang di tanah suci sepakbola,” katanya.

Harian olahraga Lance menggunakan hashtag Twitter untuk judulnya, #SomosTodosAlemanha! (Kita Semua Adalah Jerman).

Argentina membalas di berbagai situs media sosial dengan berulang kali mengetik No 7, mengingatkan Brasil perihal kekalahan memalukan mereka.

“Mencapai final di Brazil adalah hal terbaik yang bisa terjadi pada kami, meskipun saya lebih suka untuk mengalahkan mereka di final,” kata Miguel Martin, 32, seorang sopir truk yang mengenakan topi biru dan putih warna Argentina, usai sebuah acara nonton bareng di kota Sao Paulo.

Brasil dan Argentina telah saling bersaing menguasai sepakbola di Amerika Selatan selama beberapa dekade. Brasil memamerkan rekor lima gelar Piala Dunia mereka, sementara Argentina baru memenangkan trofi yang sama dua kali.

Sepanjang acara-acara Piala Dunia, gilabola Argentina di stadion meneriakkan bahwa legenda sepak bola Diego Maradona lebih baik daripada Pele dari Brasil.

Persaingan bukan hanya di lapangan bosa saja. Argentina adalah negara berkembang terkemuka di awal abad ke-20, tapi lalu disalip oleh Brasil dalam kekuatan ekonomi dan politik beberapa dekade terakhir.

Pada sebuah ajang “Fan Fest” di Sao Paulo, Brasil, beberapa gilabola lokal mengenakan warna oranye tim Belanda, dan bertepuk tangan setiap kali Belanda yang nyaris mencetak gol.

Sekarang mereka harus menghadapi kemungkinan Presiden Dilma Rousseff menyerahkan piala kepada kapten Argentina Messi.

“Saya tidak bisa membayangkan Dilma memberikan trofi untuk Argentina di Maracana. Hal ini tidak bisa terjadi, “kata Marcos Raimondi, seorang ekonom 44 tahun yang mengenakan jersey resmi tim Belanda. “Ini lebih buruk dari apa yang terjadi kemarin. Ini mimpi buruk. Tak tertahankan.”

Amadeus Marques, seorang dokter 27 tahun yang juga mengenakan jersey Belanda, juga sama-sama kaget.

“Ini luar biasa. Aku merasakan sensasi yang sama seperti kemarin. Saat gol keempat Jerman saya sudah berharap bahwa Argentina tidak akan bisa lolos dan bahwa kita akan bermain menghadapi mereka untuk tempat ketiga.”

Tapi tidak semua orang Brasil menolak mendukung tetangga Amerika Selatan mereka.
Leonan Freitas, seorang pekerja bank berusia 33 tahun, adalah satu-satunya di antara sekelompok teman di sebuah bar di Rio, yang bersorak untuk Argentina. “Argentina adalah tetangga. Saya ingin Amerika Selatan yang menang,” katanya menanggapi ketidaksetujuan teman-temannya. “Aku lebih takut kehilangan tempat ketiga melawan Argentina.”