Laga-laga Sarat Kebencian di Piala Dunia 2014 (1)

Hanya sedikit dari kita sudah lahir ketika Perang Malvinas terjadi tahun 1982. Penguasa Argentina waktu itu memutuskan menduduki Malvinas dan pulau-pulau lain sekitarnya, di lepas pantai bagian selatan Argentina.

Inggris, yang merasa kawasan itu adalah wilayahnya sejak abad-19, lalu mengirimkan pasukannya dan mengobarkan Perang Falkland (nama Inggris untuk kepulauan itu) selama 74 hari.

Ratusan korban jiwa terjadi di kedua belah pihak. 649 tentara Argentina tewas, 255 jiwa hilang dari sisi Inggris, dan 3 orang asli Falkland juga tewas. Inggris menang, namun dendam akibat kekalahan itu dibawa oleh Argentina sampai dengan hari ini, termasuk di lapangan bola.

Invasi Argentina terjadi April 1982. Perang Malvinas berakhir 14 Juni 1982. PM Inggris Margareth Thatcher waktu itu mempertimbangkan untuk tidak jadi mengirimkan skuad Inggris ke Piala Dunia 1982 di Spanyol dengan pertimbangan keamanan tim dan keselamatan para fans sepakbola, mengingat rakyat Spanyol condong berpihak ke Argentina. Rakyat kedua negara berbahasa serupa akibat kolonialisme Spanyol di abad ke-19.

Selain itu juga ada sentimen anti-Inggris menyangkut masalah semenanjung Gibraltar di Spanyol yang masih juga diduduki Inggris sampai dengan hari ini.

Dengan latar belakang kenangan pahit seperti itu, tidak mengherankan jika rakyat Argentina meloncat-loncat gembira saat menyaksikan  tim nasional mereka berhasil mengalahkan Inggris 2-1 di perempatfinal Piala Dunia 1986 di Mexico City. Kedua gol gara-gara Maradona. Satu gol terjadi ketika tangan Maradona mendorong bola ke dalam gawang yang dijaga Peter Shilton. Gol itu diistilahkan terjadi akibat adanya  ‘Tangan Tuhan’.

Satu lagi hasil dribbling Maradona dari garis tengah sampai dengan gawang Inggris, melewati 4-5 pemain sekaligus. Lihat kedua gol itu di video berikut ini:

Bahkan sampai dengan seminggu sebelum Piala Dunia 2014, pihak berwenang di Brasil mengirim peringatan kepada pemerintah Inggris perihal kemungkinan adanya serangan dari geng-geng Argentina kepada fans Inggris semasa pesta bola ini, dengan memanfaatkan situasi demonstrasi dan kerusuhan-kerusuhan kecil anti-Piala Dunia yang banyak terjadi di kota-kota di Brasil.

Perang sudah berlalu 32 tahun silam, tapi dendamnya tetap membara sampai dengan hari ini.

Apakah ada kemungkinan Argentina-Inggris bertemu lagi di Brasil? Ada, tapi kecil kemungkinannya, mengingat grup mereka terpisah cukup jauh. Paling cepat pertemuan ulangan partai 1986 itu terjadi di babak semifinal, dengan catatan mereka berdua bisa lolos dari hadangan lawan masing-masing. Dan semoga tidak ada gol ‘Tangan Tuhan’ lagi.

Klik di sini untuk melihat laga kebencian lainnya di Piala Dunia 2014, misalnya Amerika-Rusia, Amerika-Iran, atau Prancis-Aljazair.

Advertisement