Laga memalukan: Kalah di menit terakhir (I)

13

Gol Andres Iniesta di menit 92 atau masa injury time dalam laga semifinal Champions, awal Mei 2009, yang menghalangi Chelsea ke final, ditangisi banyak penggemar The Blues. Gol di menit-menit terakhir memang sangat mematikan dalam sebuah pertarungan di mana perbedaan 1 gol saja bermakna banyak. Adakah dalam sejarah gol serupa dengan itu yang menyebabkan nasib […]

Internasional Liga Champions Liga Inggris  - Laga memalukan: Kalah di menit terakhir (I)

Gol Andres Iniesta di menit 92 atau masa injury time dalam laga semifinal Champions, awal Mei 2009, yang menghalangi Chelsea ke final, ditangisi banyak penggemar The Blues. Gol di menit-menit terakhir memang sangat mematikan dalam sebuah pertarungan di mana perbedaan 1 gol saja bermakna banyak. Adakah dalam sejarah gol serupa dengan itu yang menyebabkan nasib berubah drastis?

Yang jadi rujukan paling terkenal adalah Final Champions tahun 1999 antara MU dan Bayern Munich, tanggal 26 Mei 1999 di Stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol. Laga sudah memasuki masa injury time dengan Bayern unggul 1-0, hasil tendangan Mario Basler di menit ke-6. 4 menit menjelang usai, kapten Lothar Matthaeus sudah ditarik keluar.

Atmosfer kemenangan sudah di depan mata. Kembang api perayaan kemenangan sudah disulut oleh fans Bayern. Pita kemenangan bertuliskan Bayern sudah diselempangkan di piala indah di pinggir lapangan.

Di saat seperti itu MU dapat tendangan penjuru. Saking desperate-nya, kiper MU Peter Schmeichel yang bertindak sebagai kapten, bahkan ikut-ikutan berada di depan gawang Bayern. David Beckham mengambil sepak pojok, bola melayang sedikit di atas kepala Schmeichel, dan sesudah kemelut sedikit Ryan Giggs dengan grogi menendang bola yang jatuh di kaki Teddy Sheringham, pemain pengganti di menit 67, yang lalu menyelesaikannya tepat di sudut bawah gawang yang dijaga Oliver Kahn, 1-1.

Itu sudah menit 90 lewat 36 detik.

Kurang dari 30 detik setelah kick off, MU kembali mendapatkan sepak pojok. Beckham kembali melakukan eksekusi. Sheringham menyambut dengan tandukan ke bawah, ke kaki Solskjær yang menyarangkan bola ke sisi atas gawang, 1-2. Menit 92 lewat 17 detik.

Setelah itu para pemain Bayern terpukul secara mental. Banyak yang masih terbaring di atas lapangan, sehingga wasit Pierluigi Collina yang botak itu harus membantu mereka berdiri. Dalam 3 menit, MU membalikkan kedudukan dari nyaris kalah menjadi menang dan merebut treble, 3 gelar sekaligus untuk MU musim itu: juara liga, FA Cup, dan Champions.

Berita lanjutan: http://gilabola.com/?p=6813