Laga Prancis vs Jerman, Membongkar Luka Lama

14

  Malam ini laga penting dan klasik, dua kekuatan Eropa sudah harus adu kekuatan di babak perempatfinal. Bagi yang mengikuti sejarah Piala Dunia, laga nanti malam membuka kembali ingatan perihal pertemuan keduanya di Seville, 1982. Kala itu laga berlangsung kontroversial, berakhir 3-3, dan dilanjutkan dengan adu penalti. Joachim Loew, pelatih Jerman, dalam jumpa pers kemarin […]

Internasional Liga Jerman Piala Dunia Xtra Time  - Laga Prancis vs Jerman, Membongkar Luka Lama

 

Malam ini laga penting dan klasik, dua kekuatan Eropa sudah harus adu kekuatan di babak perempatfinal.

Bagi yang mengikuti sejarah Piala Dunia, laga nanti malam membuka kembali ingatan perihal pertemuan keduanya di Seville, 1982. Kala itu laga berlangsung kontroversial, berakhir 3-3, dan dilanjutkan dengan adu penalti.

Joachim Loew, pelatih Jerman, dalam jumpa pers kemarin menolak relevansi masa lalu untuk merujuk pada pertandingan hari ini, tetapi mengakui bahwa tim bermain di stadion “dengan mitos yang kuat – Kekuatan bagi kami” Memang, tidak ada yang membutuhkan alasan untuk menikmati nostalgia di Maracana.

Perancis juga memiliki motivasi mereka sendiri. Atmosfer balas dendam membara di udara. Kekalahan beruntun mereka pada tahap semifinal Piala Dunia vs Jerman Barat tahun 1982 dan kemudian terulang lagi pada 1986 masih menghantui Perancis.

Laga itu boleh dibilang sangat menghibur. Bayangkanlah skor 3-3. Namun pada akhirnya harus diselesaikan dengan adu penalti.

Dan yang lebih terkenal lagi dari laga itu adalah adegan ketika kiper Jerman Harald Schumacher menerjang pemain Prancis Patrick Battiston hingga tak sadarkan diri di tanah, minus dua gigi dan membutuhkan oksigen. Kiper itu bernama Harald ‘Toni’ Schumacher.

Battiston pada akhirnya harus ditandu keluar lapangan, membutuhkan suplai oksigen untuk tubrukan yang menyebabkan dua giginya copot, tiga tulang rusuk retak, dan sebuah ruas tulang belakang patah. Battiston tidak sadar selama 30 menit berikutnya. Bisa dibilang ia koma gara-gara terjangan Schumacher.

Salah satu wartawan media Jerman Ulrich Hesse-Lichtenberger mengenang peristiwa itu sebagai berikut, “Sesaat sebelum menabrak Battiston dia [Schumacher] melakukan lompatan kecil dan membalik bagian atas tubuhnya untuk meringankan dampak tubrukan. Mudah untuk dirinya sendiri, tapi bagi Battiston bagai dipukul di wajah dengan tulang pinggul Schumacher dengan kekuatan penuh, segera saja pingsan.”

“Entah bagaimana polisi Seville, untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, melarang pejabat Palang Merah berada di pinggir lapangan. Butuh waktu tiga menit bagi tandu muncul dan sejumlah pria berseragam dengan ban lengan Palang Merah berlarian.”

“[Kapten Perancis Michel] Platini kemudian mengatakan, bahwa dia pikir rekan satu timnya sudah mati. ‘Tak ada denyut. Dia tampak begitu pucat.’ Akhirnya Battiston dibawa keluar, disertai di satu sisi oleh petugas medis, di sisi lain oleh Platini, yang berjalan di sepanjang lapangan, membungkuk ke arah wajah pucat Battiston itu. Lengan kanan pemain itu jatuh ke sisi tandu, dan Platini mengangkatnya. Dia berbicara dengan lembut kepadanya. Saat mereka mendekati tepi lapangan, Platini mengangkat tangan Battiston dan menciumnya.”

Video lengkap sekitar adegan itu selama 4 menit:

Namun wasit tidak mencabut kartu ataupun memberi peringatan apa pun kepada sang kiper Jerman.

Bagi gilabola usia tertentu, jauh sebelum insiden-insiden Luis Suarez, adalah pemain-pemain Jerman yang menduduki posisi sebagai ‘setan Piala Dunia’. Dalam permainan yang sama, bahkan, Schumacher menantang Michel Platini dengan adu mata sebagai perang urat syaraf, sesaat sebelum ia mengambil penalti untuk menyamakan kedudukan 1-1.

Jadi, dengan latar belakang kenangan semacam itu, menarik untuk mengamati laga Prancis vs Jerman nanti malam.