Lawan Klub Tiongkok, Western Sydney Wanderers Beberapa Kali Diteror

3

  Sejatinya sebuah tim sepakbola harus tenang ketika berlaga. Rasa tenang tersebut juga harus dirasakan bahkan sebelum mereka turun bertanding. Ketika akan lawan satu klub Tiongkok, Western Sidney Wanderers beberapa kali diteror. Ya, Wanderers mencoba bertanding menghadapi wakil Tiongkok, Guangzhou Evergrande, dalam perempat final Liga Champions Asia kemarin (27/08/2014). Dengan bekal keunggulan agregat 1-0 di kandang sendiri, […]

Lawan Klub Tiongkok, Western Sydney Wanderers Beberapa Kali Diteror - berita Internasional

 

Sejatinya sebuah tim sepakbola harus tenang ketika berlaga. Rasa tenang tersebut juga harus dirasakan bahkan sebelum mereka turun bertanding. Ketika akan lawan satu klub Tiongkok, Western Sidney Wanderers beberapa kali diteror.

Ya, Wanderers mencoba bertanding menghadapi wakil Tiongkok, Guangzhou Evergrande, dalam perempat final Liga Champions Asia kemarin (27/08/2014). Dengan bekal keunggulan agregat 1-0 di kandang sendiri, Wanderers harus menghadapi intimidasi dan teror yang tidak lazim dari kubu tuan rumah. Aksi tersebut jelang turun di leg kedua yang dihelat di Tianhe Stadium, Guangzhou.

Beberapa di antara bentuk teror tersebut adalah sejumlah gedoran misterius di pintu hotel para pemain Western Sidney Wanderers, malam hari sebelum laga digelar. Selain itu, telepon kamar mereka juga berkali-kali dihubungi tanpa ada maksud yang jelas.

Yang paling parah adalah saat rombongan Wanderers berangkat menaiki bus tim menuju Tianhe Stadium. Sejumlah oknum disinyalir merekayasa kecelakaan lalu lintas untuk mengganggu konsentrasi tim. Berikut kronologi kejadian tersebut berdasarkan pengakuan defender Wanderers, Brendan Hamill.

“Sebuah mobil melintas begitu saja di depan bus kami, siapa tahu aksi tersebut ada hubungannya dengan sepakbola atau tidak,” ungkap pemain 21 tahun tersebut sesuai rilis SBS.

“Bus kami dipaksa mengerem mendadak, lalu kendaraan lain menabrak bus kami dari belakang. Untungnya ada bus cadangan yang sudah kami siapkan.”

Cerita versi lain diberikan oleh defender Shannon Cole, yang dengan yakin menuduh bahwa kecelakaan tersebut memang sebuah rekayasa.

“Seseorang sengaja melintas di depan bus lalu menginjak rem secara mendadak. Bus kami menabrak mobil mereka, dan ada bus lain yang menghantam kami dari belakang,” ungkap Cole melalui program radio, Big Sport Breakfast.

“Lima menit kemudian bis cadangan kami datang, disusul dengan kecelakaan lainnya. Tak hanya itu, di lapangan juga mereka melempari ratusan botol ke arah kami.”

Walaupun mendapatkan intimidasi yang sangat mengganggu, Wanderers sendiri terbukti mampu tampil optimal di laga tersebut dan menelan kekalahan tipis 1-2. Dengan agregat sama kuat 2-2, Wanderers berhak lolos ke semifinal berkat keunggulan gol tandang untuk menghadapi Seoul FC.