12 Madridista Dibantai Saat Nobar Final Liga Champions

  • Setidaknya 12 fans Real Madrid dilaporkan telah dibantai di Irak, saat acara nobar laga Final Liga Champions.

Liga Champions  - 12 Madridista Dibantai Saat Nobar Final Liga Champions

Setidaknya 12 fans Real Madrid dilaporkan telah dibantai di Irak, saat acara nobar laga Final Liga Champions.

Real Madrid sebelumnya pernah mendidedikasikan kemenangan mereka kepada fans Irak yang dibunuh oleh sekelompok orang bersenjata ISIS dalam kejadian serupa beberapa waktu lalu.

Serangan terbaru pada Sabtu kemarin terjadi di klub fans Real Madrid di Baakouba, Irak. Dilaporkan terjadi saat laga Real dan Atletico hendak memulai adu penalti menentukan pemenang gelar juara Liga Champions. Menurut media olahraga Spanyol, AS, empat orang bersenjata menyerbu tempat para fans yang sedang menggelar acara nonton bareng, menembak tanpa pandang bulu sebelum akhirnya pergi meninggalkan lokasi.

“Itu adalah serangan yang mirip dengan yang terjadi di awal bulan. Dua belas orang tewas dan sedikitnya delapan terluka telah dibawa ke rumah sakit.” kata Ziad Albidani, presiden fans klub di Baakouba kepada wartawan.

Sumber-sumber lain mengatakan kepada wartawan bahwa jumlah korban tewas bisa lebih rendah, empat Madridista tewas diketahui berusia 18-30an, lima orang lainnya luka-luka. Tidak ada informasi resmi tentang serangan itu karena belum dipublikasikan secara resmi oleh pemerintah Irak.

“Tentara membatasi informasi yang keluar dari TKP. Ini adalah situasi yang mengerikan. Mereka menghancurkan kebahagiaan semua penggemar Madrid pada suatu malam khusus, “tambah presiden dari fans klub Real Madrid di Irak kepada AS.

Kota Baakouba, terletak sekitar 60 kilometer sebelah utara Baghdad terletak kurang dari 90 km dari Balad, sebuah kota di mana serangan pertama terjadi pada penggemar Real oleh teroris IS pada 13 Mei lalu dan 16 orang tewas saat tiga orang bersenjata membantai para fans di cafe Al Furat, menyisakan lebih dari 20 korban terluka.

Sepakbola secara efektif telah dilarang di kawasan yang dikendalikan oleh IS. Menonton atau mengikuti olahraga paling populer di dunia ini akan dihukum berat oleh jajaran ekstrimis garis keras. Awal bulan ini layanan keamanan Eropa memperingatkan bahwa Prancis meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman teroris selama gelaran Euro 2016 mendatang.