Inilah Kapten Termuda Sepanjang Sejarah Liga Champions

  • Ada hal menarik lain dibalik kemenangan FC Porto 2-0 atas Maccabi Tel Aviv pada matchday ketiga Grup G Liga Champions, Rabu (21/10/2015). Hal menarik itu adalah sebuah rekor yang diukir Ruben Neves.

Ruben Neves, FC Porto

Ada hal menarik lain dibalik kemenangan FC Porto 2-0 atas Maccabi Tel Aviv pada matchday ketiga Grup G Liga Champions, Rabu (21/10/2015). Hal menarik itu adalah sebuah rekor yang diukir Ruben Neves.

Ruben Neves yang dipercaya menjadi kapten FC Porto di laga tersebut kini tercatat sebagai kapten termuda dalam sejarah Liga Champions. Neves menjadi kapten pada usia 18 tahun 221 hari. Pemain gelandang ini lahir pada 13 Maret 1997.

Dia pun memecahkan rekor milik pemain asal Belanda, Rafael van der Vaart, yang menjadi kapten Ajax Amsterdam di laga Liga Champions melawan AC Milan pada 16 September 2003 lalu. Ketika itu Van der Vaart berusia 20 tahun dan 217 hari.

Bagi Neves, musim ini merupakan musim keduanya sebagai pemain dalam tim utama FC Porto. Musim lalu, dia tampil 37 kali di semua ajang kompetisi dan menyumbang 1 gol.

Pada Matchday ketiga Grup G Liga Champions yang berlangsung di Estadio Do Dragao, Rabu (21/10/2015) dinihari tadi, Neves diberikan tanggung jawab sebagai kapten oleh oleh pelatih Julen Lopetegui, menggantikan Maicon yang absen di laga kontra Maccabi Tel-Aviv itu.

Sebagai gelandang tengah, peran Neves terhitung sentral. Passing-nya akurat. Situs statistik WhoScored, mencatat Neves melepaskan rata-rata 55,7 operan per laga dengan akurasi operan mencapai 89,8 persen.

Dengan catatan menjanjikan itu, tidak heran jika Liverpool dikabarkan meminatinya. Manajer anyar The Reds, Juergen Klopp, disebut-sebut sudah memantaunya.

Dalam laga tadi, Neves bermain selama 90 menit dan membawa Porto menang 2-0 lewat gol-gol Vincent Aboubakar dan Yacinie Brahimi pada menit ke-37 dan 41. Tiga poin ini membawa Porto memuncaki klasemen dengan tujuh poin, unggul tiga angka dari Chelsea yang merupakan unggulan di grup itu.

Yang menarik adalah, Neves menjadi kapten tim yang didalamnya banyak dihuni pemain senior, termasuk seorang Iker Casillas. Meski demikian, Neves lebih senang Porto menang ketimbang rekornya tersebut.

“Sangat spesial tentunya menjadi bagian dari klub serta sejarahnya. Setiap pemain yang mengawali kariernya di sebuah klub pasti bermimpi menjadi seorang kapten suatu harinya,” tutur Neves kepada RTP seperti dikutip Soccerway.

“Yang terpenting saat ini adalah kemenangan dan kerja keras tim. Saya tidak ingin terlalu memikirkan pencapaian pribadi. Semua pemain harus mendapat apresiasi- kami berlatih sepanjang pekan untuk kemenangan ini,” tutupnya.