Fernando Torres Wujudkan Mimpi Terpendam 18 Tahun

Berita Liga Champions: Mimpi Fernando Torres untuk merasakan atmosfir Liga Champions di Vicente Calderon terwujud, Rabu (18/3/2015) dinihari WIB. Itu terjadi kala Atletico Madrid menjamu Bayer Leverkusen di laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions.

Liga Champions  - Fernando Torres Wujudkan Mimpi Terpendam 18 Tahun
Berita Liga Champions: Fernando Torres Wujudkan Mimpi Terpendam 18 Tahun

Berita Liga Champions: Mimpi Fernando Torres untuk merasakan atmosfir Liga Champions di Vicente Calderon terwujud, Rabu (18/3/2015) dinihari WIB. Itu terjadi kala Atletico Madrid menjamu Bayer Leverkusen di laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions.

Meski dia baru dimainkan oleh pelatih Atletico, Diego Simeone, pada menit ke 87, tapi itu sangat membahagiakan bagi Fernando Torres. Apalagi dia menjadi eksekutor penentu kemenangan Atletico Madrid dalam drama adu penalti yang berkesudahan dengan skor 3-2. Adu penalti diadakan setelah kedua tim bermain dengan agregat 1-1.

Fernando Torres pantas bahagia. Karena sudah 18 tahun ia mendambakan bisa bermain di pentas Liga Champions di  Vicente Calderon, markas Atletico Madrid, klub yang menjadi awal mula karirnya sebagai pesepakbola.

Torres menghabiskan lebih dari setengah dekade pada masa pengabdian pertama bersama Atletico. Namun, dalam periode tersebut, pemain berjuluk El Nino ini tak pernah membawa tim ke kompetisi kasta pertama Eropa.

“Pertandingan Liga Champions kala saya hadir di sini ialah saat berusia masih 11 atau 12 tahun. Merasakannya di lapangan tentu sungguh berkesan,” ujar pemain berusia 30 tahun ini.

“Saya bahagia melihat seisi stadion menikmati laga ini. Saya sangat ingin merasakan pengalaman seperti malam ini di Calderon,” tambah mantan pemain Liverpool, Chelsea dan AC Milan ini.

Torres pun memberikan kontribusi positif saat adu penalti. Sebagai eksekutor terakhir Atletico, Torres sukses menceploskan bola ke gawang, sebuah bukti kematangan mantan kapten Atletico itu.

“Saya ingin mencetak gol penalti untuk Koke (yang gagal sebagai eksekutor keempat),” ujar Torres.